.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, March 30, 2021

Atomic Habits (Bab 13)


Aturan dua menit:Ketika anda memulai kebiasaan baru, kebiasaan itu harus dapat dilakukan dalam kurang dari dua menit.

Memulai kebiasaan baru selalu sulit saat kita punya target yang terlalu besar. Ingat, pada dasarnya jika memungkinkan kita memilih melakukan upaya yang tidak menghabiskan banyak energi kita. Mulai melakukan sesuatu selama dua menit saja terlihat sangat mudah bukan? Tapi ini memberikan sinyal kepada tubuh kita mengenali kebiasaan baru yang ingin kita bangun. Karena memulai selalu sulit, sekarang yang kita lakukan adalah yang penting memulai. Berikan target yang mudah, lalu lakukan! 


Makin sering anda meritualkan awal suatu proses, makin besar peluang anda masuk ke status fokus lebih dalam yang diperlukan untuk melakukan hal-hal besar. 
Mulai melakukan hal kecil menolong kita melakukan tindakan secara konsisten. Golnya adalah yang penting memulai. Memutuskan melakukan sesuatu selama dua menit akan membawa kita ke menit-menit berikutnya. Memulai melakukan kegiatan dengan dua menit saja dapat menjadi pintu gerbang untuk kebiasaan baru. 

Aku punya pengalaman dengan hal ini, aku pernah punya target berjalan 10.000 langkah setiap hari. Bisa terwujud? Bisa banget. Tapi sangat melelahkan berusaha mencapai target sebesar itu sekali waktu. Bangun lebih pagi paling tidak 1,5 jam lebih awal (well, padahal dengan tugas domestik saja tanpa berjalan, aku harus bangun paling lambat 5.30, terlalu berat Fulgoso, nah tambahkan 1,5 jam sebelumnya, bangun jam 4 buat berjalan. Wow. Padahal ada morning routine lain sebelum berjalan) karena harus berjalan sebelum anak bangun itu melelahkan. Sangat berat berjalan setiap hari dengan pemikiran harus mencapai 10.000 langkah. Sepuluh ribu langkah itu setara dengan 1,5 jam berjalan atau berjalan sejauh 7 km buatku. Melelahkan melakukan ini, sampai sempat terpikir, ah gak usah jalan aja, capek. Sampai pada suatu hari suami bilang, kenapa sih harus melakukan semua dalam satu waktu, yang penting total berjalan setiap hari 10.000 langkah kan? Lalu kami sekeluarga mulai berjalan bersama setiap pagi dan sore. Yang penting berjalan pikirku, dan anak-anak menagih sesi ini, mereka suka beraktivitas di luar rumah. Gak papa lah sebentar berjalan asal konsisten. Dan voila, kami memulai kebiasaan baru bersama-sama. Yang awalnya cuma berjalan ke taman depan rumah, jadi keliling kompleks, kadang agak jauhan lagi. Sampaikah 10.000 langkah berjalan bersama anak-anak? Tentu saja tidak. Tapi kami sudah memulai kebiasaan berjalan ini bersama. Kalau aku malas, ada tiga kepala yang mengajakku, hahaha. 

Kebiasaan harus ada dulu sebelum disempurnakan. 
Terlalu memikirkan dan berencana melakukan sesuatu, tidak membawa kita kemana-mana. Mulailah lebih dahulu tanpa memikirkan idealnya bagaimana. Saat memulai nantinya kita dapat mengevaluasi dan berdaptasi dengan kebiasaan baru yang sudah ada, lalu memikirkan cara terbaik agar kebiasaan tetap bertahan, membuatnya lebih mudah dan menyenangkan. Kebiasaan berjalanku mungkin belum sempurna tapi settidaknya aku sudah memulai. Sekarang, setiap melihat ada kesempatan, aku berjalan. Sebentar saja berjalan pikirku (yang sudah jelas  kemudian bertambah waktunya). Dimulai saja dua menit dulu!

Palangka Raya, 26 Maret 2021
-Mega Menulis-

No comments:

1 Yohanes 2, Yakobus 4

1 Yohanes 2 Scripture 1 Yohanes 2:11 (TB)  Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan...