.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.
google.com, pub-1767695080484840, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tuesday, March 16, 2021

Atomic Habits (Bab 5)


Di Britania Raya diadakan penelitian pada tiga kelompok orang untuk membangun kebiasaan berolahraga. Kelompok pertama ditanyai seberapa sering berolahraga, kelompok kedua diberi motivasi untuk berolahraga , dan kelompok ketiga diberi motivasi dan diminta membuat rencana tentang kapan dan di mana berolahraga. Hasilnya, lebih dari 90% anggota kelompok ketiga berolahraga minimal seminggu sekali.


Orang yang membuat rencana spesifik untuk kapan dan di mana mereka akan melakukan suatu kebiasaan baru lebih mungkin terus-menerus melakukannya.
Untuk mengubah kebiasaan diperlukan rencana yang jelas agar tindakan dapat segera terlaksana dan dapat dievaluasi. Tanpa perencanaan yang jelas, kebiasaan tersebut hanya asa yang tak kunjung nyata.

Beri KEBIASAAN anda waktu dan ruang untuk hidup di dunia anda.
Agar suatu kebiasaan dapat dilakukan, kita harus secara sadar menyediakan waktu dan tempat khusus pada suatu tindakan secara berulang sampai menjadi kebiasaan dan terus menjadi bagian hidup tanpa kita sadari. 


Satu barang baru sering menciptakan spiral konsumsi yang mengantar ke belanja lebih banyak. Efek Diderot.
Aku baru tahu ada istilah Efek Diderot walaupun sering melihat dan mengalami fenomena ini. Saat seseorang membeli/memiliki barang baru maka akan diikuti pembelian barang baru lain

Tidak ada perilaku yang berdiri sendiri. Setiap tindakan dapat menjadi petunjuk yang memicu perilaku berikutnya (petunjuk yang mudah terlihat). 
Suatu tindakan dapat diikuti tindakan lain maka jika suatu tindakan dilekatkan pada sebuah kebiasaan yang rutin dan TERLIHAT jelas maka kebiasaan lama dapat menjadi sinyal yang tepat untuk memulai sebuah kebiasaan baru. 


Menumpuk kebiasaan adalah strategi yang dapat digunakan untuk memasangkan kebiasaan baru dan kebiasaan yang sudah ada. Rahasia menciptakan tumpukan kebiasaan yang sukses adalah memilih petunjuk yang tepat. 
Menumpuk kebiasaan sebenarnya jauh lebih mudah bila dibandingkan kita harus secara spesifik menyediakan waktu dan tempat khusus untuk melakukan sebuah tindakan berulang kali. Pikirkan sebuah kebiasaan yang telah berulang dan menjadi bagian yang tak teerpisahkan dalam hidup, lekatkan sebuah kebiasaan baru padanya. Kebiasaan lama akan menjadi petunjuk untuk melakukan kebiasaan baru. 


Rumus menumpuk kebiasaan adalah:
Setelah (kebiasaan sekarang) aku akan (kebiasaan baru).
Anak-anak dibangunkan jam 5 pagi karena kami jalan pagi bareng sekeluarga (aku kerja jadi mau gak mau kalau mau jalan bareng mereka harus dibangunkan), mereka sudah terbiasa dibangunkan pagi. Jadi sekarang kami tambah kebiasaan baru untuk dilatihkan. Setelah bangun pagi mereka ke toilet untuk bak, merapikan tempat tidur, baru jalan pagi. 


Palangka Raya, 12 Maret 2021
-Mega Menulis-

No comments:

Kisah Para Rasul 28, Amsal 27

Kisah Para Rasul 28 Scripture        Kisah Para Rasul 28:24 (TB)  Ada yang dapat diyakinkan oleh perkataannya, ada yang tetap tidak percaya....