.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.
google.com, pub-1767695080484840, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Monday, March 22, 2021

Atomic Habits (Bab 6)


Setiap kebiasaan dimulai dengan petunjuk, dan kita lebih mungkin melihat petunjuk yang menonjol.

Setiap tindakan kita seringkali dilakukan bukan sekedar karena kita ingin melakukannya, bisa jadi kita melihat petunjuk yang memicu kita melakukan kebiasaan tersebut. Misalkan, aku suka sekali makan Indomie. Sekalipun sedang tidak ingin, jika melihat teman makan Indomie atau mencium aromanya, seketika jadi ingin makan Indomie. Seperti ada alarm berbunyi dan berkata ini saatnya makan Indomie. 



Menciptakan petunjuk visual yang nyata dapat menarik perhatian anda ke kebiasaan yang diinginkan.
Maka jika kita ingin memulai kebiasaan baru maka kita perlu memberikan petunjuk yang mengingatkan untuk memulai tindakan tertentu. Otak kita yang belum terbiasa melakukan kebiasaan baru perlu petunjuk. 





Bila ingin menciptakan suatu kebiasaan penting dalam hidup anda, buatlah petunjuk agar hal itu menonjol di lingkungan anda.
Kalau ingin menciptakan kebiasaan baik aku harus menciptakan petunjuk yang menonjol maka kupikir berlaku sebaliknya, kalau aku ingin menghilangkan kebiasaan buruk maka aku harus 'menghilangkan' petunjuk yang ada atau membuatnya gak begitu terlihat. Aku langsung teringat kebiasaan buruk anak-anak yang menghambur semua mainan dan gak mau merapikannya. Supaya mau merapikan harus diancam, dipaksa atau diomelin. Ini kesalahan kami yang 'menyajikan' semua mainan di hadapan mereka, di sebuah meja terbuka dan gampang diakses. Pantas saja semua mainan mau dimainkan, baru main yang satu sebentar sudah berganti mainan. Lah petunjuknya di depan mata. Akhirnya aku dan papanya menaruh mainan mereka menurut jenisnya di wadah tertutup, semua kami taruh di kontainer tertutup. Tidak cukup hanya itu, kami letakkan di kamar lain, bukan ruang bermain mereka. Kami buat aturan, sekali main hanya boleh satu jenis mainan per orang, kalau mau ganti permainan, yang sebelumnya harus dibereskan. Semoga ini bisa menghilangkan kebiasaan buruk mereka. 



Palangka Raya, 22 Maret 2021
-Mega Menulis-

No comments:

Kisah Para Rasul 28, Amsal 27

Kisah Para Rasul 28 Scripture        Kisah Para Rasul 28:24 (TB)  Ada yang dapat diyakinkan oleh perkataannya, ada yang tetap tidak percaya....