.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.
google.com, pub-1767695080484840, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Monday, March 15, 2021

Markus 12, Amsal 10

Markus 12

Scripture
Markus 12:44 (TB)  Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."

Observation
Bagaimana mungkin seseorang bisa memberikan semua yang ada padanya? Di tengah kekaguman kepada janda ini, terselip juga pemikiran wah gak berhikmat ini orang. Bagaimana nanti dia memenuhi kebutuhan hidupnya kalau semua nafkahnya dia berikan? Tapi aku belajar bahwa janda ini :
1. Mengasihi Allah sehingga memberikan semua yang ada padanya
2. Mempercayai Allah yang akan memenuhi segala keperluannya
3. Hidup tanpa kekuatiran

Tahun ini aku dilepaskan dari sebuah tanggung jawab pekerjaan, otomatis honornya tidak lagi kuterima. Pendapatan berkurang. Lalu di awal Maret ini penyewa rumah kami di Kasongan berkata akan keluar dari rumah kami, aku mulai kuatir. Bagaimana akan membayar cicilan rumah itu. Selama ini cicilan itu dibayar dari uang sewa. Sempat terpikir untuk berhenti memberi untuk sebuah pelayanan misi tapi aku sudah berkomitmen, jadi bulan ini aku tetap memberi, entah bulan depan, pikirku. Kemarin siang tiba-tiba ada nomor tak dikenal meneleponku dan berkata mau menyewa rumahku, dia dapat nomorku dari temanku di Kasongan, padahal aku belum pernah bilang akan menyewakan rumahku lagi. Aku bengong. Temanku gak tahu aku memerlukan uang sewa itu, tapi Tuhan tahu dan Dia bertindak. Kisah janda ini mengingatkanku lagi untuk hidup tanpa kekuatiran dan mempercayai Allah sepenuhnya.

Prayer
Tuhan, terima kasih. Engkau sungguh baik. Ampuni aku yang sering kuatir ini. Ajari aku untuk terus mempercayaiMu. Amin.

Amsal 10

Scripture
Amsal 10:28 (TB)  Harapan orang benar akan menjadi sukacita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia.

Observation
Saat ini, suamiku dan aku sepakat untuk mendidik anak untuk taat tanpa kata nanti. Bukan sembarang taat, tapi taat pada Tuhan, kebenaran dan hukum yang berlaku. Dimulai dengan taat kepada kami sebagai otoritas mereka. Awalnya, aku pesimis, mungkin gak sih anak-anak taat tanpa kata nanti, bersegera tanpa dipaksa, kayaknya gak mungkin deh. Kalau suami lebih optimis sih. Tapi aku diingatkan kalau mendidik anak butuh iman, kalau apa yang kami lakukan sesuai dengan kehendak dan kebenaran firman Tuhan, tetap pelihara iman kalau anak bisa dididik seperti itu. Ayat hari ini juga memberikan semangat, kalau kami hidup benar apa yang kami harapkan akan jadi sukacita.

Aplication
Lakukan yang benar dalam mendidik anak, uji segala sesuatu/metode apakah sesuai dengan firman Tuhan. Tetap beriman dan harapkan yang baik.

Prayer
Tuhan, tolong kami mendidik anak-anak dengan benar, jadikanlah kami benar dulu. Supaya apa yang kami harapkan menjadi sukacita. Amin.
Gratitude Journal
6 Maret 2021

1. Bersyukur bangun pagi dan bisa mencuci pakaian.
2. Bersyukur bisa jalan bareng keluarga dan belanja.
3. Bersyukur bisa stok kaldu dan masak ayam rendang. 
4. Bersyukur bisa tidur siang sama Sofia.
5. Bersyukur bisa mengerjakan rencana latihan kebiasaan buat bocah.
6. Bersyukur ikut zoom meeting habit trainer.
7. Bersyukur paket masker yang kupesan datang.
8. Bersyukur bisa jalan di dalam rumah.
9. Bersyukur ada buku yang dipakai buat dinarasikan untuk habit training.

Palangka Raya, 6 Maret 2021
-Mega Menulis-

No comments:

Kisah Para Rasul 28, Amsal 27

Kisah Para Rasul 28 Scripture        Kisah Para Rasul 28:24 (TB)  Ada yang dapat diyakinkan oleh perkataannya, ada yang tetap tidak percaya....