.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Sunday, March 28, 2021

Yohanes 13, Amsal 12

Yohanes 13

Scripture
Yohanes 13:14 (TB)  Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu;

Observation
Membasuh kaki berbicara tentang melayani orang lain. Jadi jika Yesus yang adalah Tuhan dan guru saja melayani, begitu pun seharusnya aku. Minggu ini lumayan melelahkan, saat sedang habit training anak aku jadi lebih sadar kalau anak-anak bisa menjadi sangat menjengkelkan. Kondisi ini membuatku ingin abai pada kebutuhan suamiku secara emosional. Perlu berkali-kali aku mengingatkan diri sendiri kalau fokusku adalah melayani keluargaku, mereka prioritasku, bukan program-programku. Mereka satu paket. Saat aku mengabaikan salah satu, aku gagal. 

Aplication
Aku perlu berbicara dari hati ke hati dengan suamiku tentang beberapa masalah. Cari waktu yang tepat.

Prayer
Tuhan, tolong aku saat berbicara ke suami. Berikanku telinga yang mau mendengar supaya kami bisa saling melayani dengan lebih efektif. Amin.
Amsal 12

Scripture
Amsal 12:18 (TB)  Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. 

Observation
Stres banget rasanya waktu validasi emosi anak dan anak makin ngamuk. Pengen banget ngomel dan bilang:kok kamu nangis sih, harusnya mama yang nangis, udah dikasih tahu tapi kok diulang-ulang, ngapain nangis. Ish, ingin sekali merepet seperti itu. Tapi validasi emosi gak gitu. Harus selalu tenang, tegas, dan kalem. How can? Ayat ini mengingatkanku kalau lidahku bisa mendatangkan kesembuhan atau malahan menyakiti anakku. Mereka tidak bermaksud membuat jengkel orang tuanya, mereka siap kok menaati orang tuanya, tapi mereka masih lemah, mereka butuh bantuan. Aku harus bisa mengendalikan lidahku. Begitu juga saat validasi emosi suami, aku harus belajar mendengar dan gak menyangkal dengan lidahku ini, lebih baik aku berdiam daripada menikam dengan perkataan, mencari solusi bersama jauh lebih penting. 

Aplication
Lidahku harus membawa kesembuhan, bukan menyakiti anak-anakku dan suami. Emosi tidak harus dibalas dengan emosi, aku bebas merespon. Dan aku bisa meresponi dengan benar.

Prayer
Tuhan, tolong aku untuk mengendalikan lidahku supaya mendatangkan kesembuhan dan bukannya menambah penyakit. Amin.

Palangka Raya, 16 Maret 2021
-Mega Menulis-

No comments:

Yakobus 2, Amsal 16

Amsal 16 Scripture Amsal 16:24 (TB)  Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.  O...