.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.
google.com, pub-1767695080484840, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Friday, April 30, 2021

1 Tesalonika 3, Amsal 18


1 Tesalonika 3

Scripture
1 Tesalonika 3:7 (TB)  maka kami juga, saudara-saudara, dalam segala kesesakan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu.

Observation
Sungguh suatu sukacita yang luar biasa saat iman dan keberadaan kita menjadi penghiburan bagi orang lain yang sedang dalam kesesakan dan kesukaran. Bagaimana caranya?

Aku mengingat seorang kakak yang sangat menginspirasi. Dia benar-benar mempercayai Allah dalam saat terburuknya dan malah gak mengeluh. Apa yang masalah bagi orang lain, bagi dia merupakan kesempatan memuliakan Tuhan.

Aplication
- Aku mau tetap mempercayai Tuhan dalam segala keadaan dan percaya Dia dapat mendatangkan kebaikan dalam segala situasiku.
- Setiap kondisi adalah kesempatan memuliakan Tuhan.

Prayer
Tuhan, aku mau mempercayaiMu bahkan di saat aku lemah. Mampukan aku memuliakan Engkau ya Tuhan. Amin.

Amsal 18

Amsal 18:14 (TB)  Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah? 

Observation
Bagaimana seseorang bisa tetap bersemangat dalam menanggung penderitaan? Aku pikir seseorang bisa bersemangat selalu karena beberapa hal:
- dia menyadari kalau dia dikasihi
- dia memiliki pengharapan
- dia mempercayai Allah sepenuhnya
Masalah, dukacita, dan penyakit bukanlah akhir dari segalanya selama kita menyadari ada iman, kasih dan pengharapan.

Aplication
Aku mau tetap bersemangat sekalipun ada masalah. Tuhan Yesus baik.

Prayer
Tuhan, ingatkan aku kalau aku mulai melupakan betapa Tuhan mengasihiku dan punya rencana indah dalam hidupku. Aku dapat menanggung segala perkarandi dalam Engkau. Amin.
Gratitude Journal
30 April 2021

1. Bersyukur pagi ini jalan bareng bocah dan ada sweet moment dari Sara.
2. Bersyukur kerjaan deadline ZI hari ini selesai.
3. Bersyukur diberi cangkokan mangga sama Tia.
4. Bersyukur jalan sama Fani dan makan siang di Kuliner Pontianak yang baru.
5. Bersyukur ikut buka bersama di kantor.
6. Bersyukur bisa beli keperluan vitamin dll di Mega Sale Shopee.
7. Bersyukur dapat blessing kue kering.

Palangka Raya, 30 April 2021
-Mega Menulis-

1 Tesalonika 2, Amsal 18

1 Tesalonika 2 

Scripture
1 Tesalonika 2:2 (TB)  Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat.  

Observation
Paulus sama sekali gak mencuri kemuliaan Allah. Mudah buat orang berpikir Paulus dkk hebat, karena bahkan setelah dianiaya dan dihina, mereka tetap berani memberitakan Injil meski dengan perjuangan. Aku pun berpikir demikian. Tapi Paulus mengingatkan kalau SEMUA ADALAH PERTOLONGAN ALLAH. Segala kemuliaan adalah bagi Tuhan. Tuhan yang menngerjakan segala sesuatunya. Tuhan yang menolong. Tuhan yang memampukan. Semua bukan karena kuat dan gagahnya.

Membaca kesaksian ini aku jadi berpikir, syukurlah Paulus menulis demikian. Jadi kita yang membaca dikuatkan dan memiliki keyakinan kalau Allah saja yang berkarya di dalamku dan melaluiku. Dengan kemampuanku, dengan karakterku, aku gak akan sanggup seperti Paulus. Ya memang gak akan sanggup kalau bukan Tuhan yang mengerjakan.

Aplication
Setiap karya baik dan kemampuan menanggung apa yang kutanggung dalam hidup adalah karya Tuhan. Aku mau kembalikan semua bagi kemuliaanNya.

Prayer
Tuhan, aku bersyukur hidupku ada sebagaimana ada aku sekarang. Jangan biarkan aku mencuri kemuliaanMu Tuhan. Biarlah aku selalu mengingat kalau Engkau lah yang mengerjakan dan gak pernah terlambat menolongku. Amin.

Amsal 18

Scripture 
Amsal 18:7 (TB)  Orang bebal dibinasakan oleh mulutnya, bibirnya adalah jerat bagi nyawanya. 

Observation
Kemarin karena capek dan tekanan pekerjaan, keluarlah aslinya mulutku yang pedes. Saat seorang teman mengatakan sesuatu yang membuatku kesal, otomatis aku langsung mengeluarkan 'kata mutiara'. Duh, menyesal sekali karena aku jadi bebal saat itu. Bodoh sekali aku kok bisa mengeluarkan pernyataan seperti itu.

Aplication
Aku harus lebih menjaga mulutku supaya gak terus bodoh. Lebih baik diam daripada berkata-kata saat sedang emosi.

Prayer
Tuhan, tolong aku supaya terus berjaga-jaga atas lidahku. Amin.
Gratitude Journal
29 April 2021

1. Bersyukur pagi ini jalan dan aku menyadari anak-anak gak banyak mengeluh capek atau panas, mereka mulai menikmati acara jalan kaki kami.
2. Bersyukur Sara bangun dengan tersenyum, biasanya dia uring-uringan kalau bangun pagi.
3. Bersyukur walaupun hectic di kantor karena deadline pekerjaan bisa tetap tenang dan menyelesaikannya.
4. Bersyukur pekerjaanku memberi kontribusi dalam evaluasi ZI.
5. Bersyukur siang dapat pinjaman motor jadi bisa pulang sebentar untuk makan.
6. Bersyukur pulang kantor dijemput suami dan anak-anak jadi bisa jalan bareng dan belanja lauk.

Palangka Raya, 29 April 2021
-Mega Menulis-

1 Tesalonika 1, Amsal 18

1 Tesalonika 1

Scripture
1 Tesalonika 1:3 (TB)  Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita.

Observation
Jemaat di Tesalonika diingat karena pekerjaan imannya, usaha kasih, ketekunan dan pengharapannya kepada Yesus. Indah sekali. Aku jadi merenung, bagaimana orang mengingatku? Apakah aku diingat dalam hal kebaikan? Atau jangan-jangan kelakuan burukku yang diingat 🙄 Setiap orang dapat mengingat kesan tertentu yang ditinggalkan seseorang. Siapa aku di hadapan orang lain tergantung bagaimana aku menjalani hidupku setiap hari, karena aku gak tahu kapan mereka memperhatikan atau nggak.

Kalau aku ingin menyenangkan manusia maka aku akan menjadi bunglon, tapi saat aku ingin menyenangkan Bapa Sorgawiku, aku akan menjadi diriku versi terbaik.

Aplication
Aku juga mau diingat karena iman, kasih, ketekunan dan pengharapanku di dalam Kristus. Berarti aku harus senantiasa tinggal di dalam Kristus dan Kristus di dalam aku. 

Prayer
Tuhan, tolong aku supaya sungguh tinggal di dalam Engkau dan Engkau di dalam aku. Amin.

Amsal 18

Scripture
Amsal 18:2 (TB)  Orang bebal tidak suka kepada pengertian, hanya suka membeberkan isi hatinya. 

Observation & Aplication 
Orang bebal hanya berbicara membeberkan isi hatinya tetapi tidak mau mendengarkan. Ini gak benar. Ada kalanya seseorang berbicara, ada kalanya mendengar. Kalau cuma berbicara saja, kita gak akan punya waktu mendengar. Padahal dengan mendengar maka kita akan mengerti banyak hal. Bahkan kesediaan mendengar lebih banyak daripada berbicara adalah kehendak Tuhan. Diperlukan hati dan telinga yang benar-benar mendengar, kalau ngga gak akan ada pengertian.

Terkadang aku mendengar tapi dalam hati sudah bersiap memberikan jawaban. Aku sudah siap menyampaikan pemikiranku. Ini salah, seharusnya aku benar mendengar, baru aku mengerti. Fokus saja mendengar. Ciri-ciri orang yang berpengertian adalah banyak mendengar. 

Prayer
Tuhan, aku mau mendengar dan mendapat pengertian. Tolong aku untuk menutup mulutku dan membuka lebar hati dan telingaku. Amin.
Gratitude Journal
28 April 2021

1. Bersyukur sudah beberapa hari ini jalan pagi dan petik murbei di dekat rumah.
2. Bersyukur selesai mengisi realisasi di aplikasi Emonev Bappenas.
3. Bersyukur dapat blessing buah nanas dan semangka dari sepupuku.
4. Bersyukur hari ini jalan dapat 10.000 langkah.
5. Bersyukur anak-anak makan seharian ini bagus, gak pakai lama ngunyah, gak kesana kemari, gak banyak drama.
6. Bersyukur bisa menyelesaikan satu kursus online lagi di Unparplus.id
7. Bersyukur setiap malam sekarang anak-anak nagih baca buku sebelum tidur.

Palangka Raya, 28 April 2021
-Mega Menulis-

Kisah Para Rasul 17,Amsal 18

Kisah Para Rasul 17

Scripture
Kisah Para Rasul 17:32-33 (TB)  Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata: "Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu."
Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka.

Observation & Aplication 
Paulus tahu tidak ada gunanya memaksakan kebenaran kepada orang yang tidak bersedia mendengarkan dan membuka hatinya. Ya sudah, dia pergi. Aku belajar, hidup tidak perlu rumit dan gontok-gontokkan. Sampaikan kebenaran pada yang bersedia mendengarkannya. Tidak perlu berdebat. Tidak perlu memaksa. Tidak perlu baper.

Sampaikan kebenaran. Respon yang mendengar bukan tanggung jawab saya. Bagianku adalah taat melakukan apa kata Tuhan. 

Prayer
Tuhan, tolong aku, mampukan aku taat dan menyampaikan kebenaran firman Tuhan tanpa tersinggung saat orang lain menolak. Amin.

Amsal 18

Scripture
Amsal 18:9 (TB)  Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak. 

Observation & Aplication 
Pemalas sama buruknya dengan perusak. Aku gak boleh menunda pekerjaan. 

Prayer 
Tuhan, aku gak mau menjadi pemalas. Tolong aku bertekun mengerjakan tugasku hari ini. Amin.
Gratitude Journal
27 April 2021

1. Bersyukur jalan pagi ini menyenangkan sekali karena suami install aplikasi pengenal objek jadi kami tahu nama berbagai tanaman yang sebelumnya kami gak tahu.
2. Bersyukur hari ini kami memanen murbei-murbei mungil yang manis. Bahkan kami memanen tanpa menanam.
3. Bersyukur hari ini aku mulai bisa mengisi aplikasi Emonev Bappenas.
4. Bersyukur siang memutuskan bawa motor ke kantor, ternyata sorenya hujan.
5. Bersyukur sore bisa ngemil bakwan buatan sendiri.
6. Bersyukur anak-anak suka sayur kacang dan kentang yang kubuat.
7. Bersyukur Ria mau beri bibit murbei.

Palangka Raya, 27 April 2021
-Mega Menulis-

Thursday, April 29, 2021

Galatia 6, Amsal 18

Galatia 6

Scripture
Galatia 6:7 (TB)  Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Observation
Apa yang ditabur, itu yang akan dituai. Mau perbuatan baik atau buruk, tuaian kita akan berlipat. Mau kebiasaan baik atau buruk, tuaiannya akan melimpah. Kebayang deh kalau sejak sekarang gak bekerja keras keras melatih kebiasaan baik ke anak, di masa tua akan penuh kesengsaraan.

Aplication
Aku harus membuat Habit Training Plan anak dan diri sendiri secara tertulis supaya terpantau dan mudah dievaluasi.

Prayer
Tuhan, tolong aku aku supaya tekun menabur yang baik walaupun aku belum melihat tuaianku. Amin.

Amsal 18

Amsal 18:21 (TB)  Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. 

Observation
Lidah yang mengatakan hal-hal baik akan menuai buah kebaikan dan menikmatinya, begitu pula lidah yang jahat. Memakan berbicara tentang bagaimana menikmati. Setiap perkataan akan berbalik kepada kita. Perkataan apa yang aku tabur setiap hari? Berkat atau kutuk? 

Aplication 
Memperkatakan yang baik berulang-ulang Meg! Biar itu jadi kebiasaan dan memperkuat iman.

Prayer
Tuhan tolong aku memperkatakan hanya yang baik dan berkenan di hadapan Tuhan. Amin.
Gratitude Journal
26 April 2021

1. Bersyukur hari ini aku swab dan hasilnya negatif.
2. Bersyukur bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan kantor hari ini.
3. Bersyukur pagi-pagi jalan dan kami bisa mengobrol dengan pemilik anjing yang sering kami lewati rumahnya. Anak-anak senang sekali melihat anjing di situ.
4. Bersyukur sore main ke tempat sepupuku dan anak-anak senang main dengan anjingnya.
5. Bersyukur tanteku masak soto dan anak-anak mau makan malam di situ.
6. Bersyukur hari ini bisa masak telur dadar ala RM. Padang.

Palangka Raya, 26 April 2021
-Mega Menulis-

Menjawab Pertanyaan Apa dengan Google Lens

Saat ini usia Sara 4 tahun 8 bulan dan Sofia 3 tahun,masa di mana mereka banyak bertanya. Pertanyaan yang paling sering diajukan mereka akhir-akhir ini:
Ini apa Pah/Mah?
Ini apa bahasa Inggrisnya? 
Modar kon, kalau bahasa Indonesianya aja gak tahu, gimana cari bahasa Inggrisnya? 🙄

Ya gak masalah sih bilang gak tahu daripada sok tahu dan nyesatin anak. Kalau ditanya anak dan gak tahu biasanya kami bilang :
- Mama/papa gak tahu, nanti coba tanya Onti atau siapa
Maksud kami, biar mereka nyadar kalau ortunya gak tahu semua hal, ya solusinya coba tanya ke orang lain. 
- Mama/papa gak tahu, nanti kita cari
Nah, kami ajak anak cari di buku atau Google. Sampai-sampai Sara hapal dan bilang : Cari di Google 😁

Pas jalan pagi tuh anak-anak jadi banyak nanya kayak gitu. Lah kalau sudah jalan melihat macam-macam, bunga, binatang, benda ini itu, ada aja pertanyaan APA itu muncul. Saat aku dan suami sering bilang gak tahu itulah kami nyadar kalau ternyata kami banyak gak tahunya 🤣 Nama tanaman dan hewan sih banyak ngeblank gitu, ketahuan ya bukan pecinta tumbuhan. 

Pertanyaannya gimana tahu ini binatang atau tanaman apa. Kan lagi jalan tuh, repot amat kan ya kalau harus ngetik ciri tanaman dan hewan yang dilihat untuk tahu apa. Untung suamiku pintar, tahu-tahu ada akal untuk masalah ini. Dia searching di Google : aplikasi pengenal objek dan taraaaa.... Ketemulah Google Lens. YAY! Suami yang solutip kan? Akakak. Gampang banget cara pakainya, tinggal buka aplikasi, arahkan ke objek, klik bentar. Ketemulah namanya. Aplikasi ini akan menelusuri laman pencari Google dan  menampilkan images yang paling mendekati, kalau diklik lagi ada artikel berisi keterangan tentang objek itu. Dapat nama latinnya, kegunaannya. Well, intinya artikel tentang objek itulah. Gak cuma tanaman dan hewan, objek lain pun bisa. Pernah coba di sepeda bocah, eh keluar tuh gambar sepeda yang sama, harganya, market place yang menjualnya. 

Cara menggunakan Google Lens gampang banget. 
1. Buka aplikasi Google Lens dan arahkan HP ke objek yang akan ditelusuri. 

2. Ketuk tombol shutter untuk menelusuri. Gak lama di bawahnya akan ada gambar serupa. 
3. Tarik gambar ke atas dan akan muncul situs-situs yang memuat objek yang mirip dengan apa yang kita lihat. Buka dan cek deh, sama apa nggak. 

Asyik banget kan? Sekarang kalau jalan sama anak, kami jadi jarang bilang gak tahu waktu ditanya 'ini apa'. Jadi berasa pintar kubilang tahu ginian. Dan diketawain suamiku waktu aku bilang gitu. Lah iya to, bedanya orang pintar dan bodoh apa? Orang pintar cuma duluan tahu aja 🤭 

Nah, kelemahan Google Lens sih kalau kita ambil gambarnya gak pas entah kejauhan atau terlalu dekat jadi kurang akurat. Harus cek dan ricek lagi sih objek sama hasil penelusuran Google Lens, sama gak nih hasil penelusuran sama objek aslinya. Sekarang jalan pagi jadi semakin menyenangkan dan lebih lama dari biasanya. Ya iya lah, tiap lihat objek baru disamperin dan beraksilah si Google Lens 😅 Malah sekarang sombong kami, bocah belum nanya, kami dah duluan pakai HP dan bilang ini namanya ini lo Nak 🤣 Jadi bapake dan mamake yang belajar sekarang. 

Pernah suatu kali kami terkejut, ngeker suatu objek dan pas ditelusuri, taraaaa.... Kratom! Ya oloh, masa sih ada orang nanam Kratom di depan rumahnya. LOL. Sampai sekarang kami gak yakin itu bener Kratom atau ngga 🤣 Wong lihat aslinya aja gak pernah. Tiap lewat depan rumah orang itu, aku dan suami senyum-senyum. Kayaknya ngawur deh tuh Google Lens. Yah, maklumin aja, mungkin dia selusuri hanya itu yang paling mirip. Gak papa lah, aku tetap padamu Google Lens. So far, aplikasi ini masih jadi solusi untuk pertanyaan 'apa ni?' dari bocah. 

Saat menemani anak berjalan dan melihat alam, ternyata bukan hanya mereka yang belajar. Kami sebagai orang tua juga belajar (kenal aplikasi baru, mengenali lingkungan, dll). Semoga kami bisa menjadi kawan seperjalanan yang menyenangkan bagi mereka. 

Palangka Raya, 28 April 2021 
-Mega Menulis-

Wednesday, April 28, 2021

Mengapa Melatih Anak Gak Pilih-Pilih Makanan Penting?

Beberapa hari yang lalu aku share pengalaman kami melatih anak supaya makan gak pilih-pilih. Mungkin ada yang bingung, kenapa kebiasaan makan ini yang pertama kami latihkan. Aku lupa cerita ya. Akakakak. Alasannya karena ini PENTING. Ya elah Meg, alasan gini doang? Iya, serius! Ini beneran penting. Sejak ikut kelas Habit Training, setiap melatih kebiasaan baru ke anak, aku dan suami mikir, seberapa penting ini untuk dilakukan. Konsekuensinya apa kalau tidak dilakukan. Apakah ini esensi banget. Aku harus mengakui seringkali yang lebih butuh habit training itu orang tuanya, bukan anak. 
Dalam salah satu sesi mentoring, mentor habit training kami bertanya ke seorang ibu yang habit training plannya supaya anak makan sendiri. Seberapa lama anaknya makan kalau sendiri, ternyata bisa sampai sejam katanya. Kalau disuapi paling 5-10 menit sudah selesai. Mentor pun berkata, lalu kenapa harus dipaksakan makan sendiri kalau demikian, anak jika sudah dewasa pasti makan sendiri, tidak selamanya dia akan disuapi, memangnya ada masalah apa dengan menyuapi anak. Kalau makan sendiri dia bisa sampai satu jam, apa sekarang si ibu tidak sedang membangun kebiasaan makan anak menjadi lama. Usut punya usut, ibu ini ingin anak makan sendiri agar dia bisa mengerjakan hal lain yakni memasak dan mengurus rumah. Dalam sehari dia memasak 2-3 kali. Jadi setiap kali makan, menunya berbeda. Wow! Di situ aku terpana, apa kabar aku yang sekali masak buat seharian atau malah buat besoknya lagi, pemalas sekali aku 😅 Lalu rupanya ibu itu kerepotan karena punya bayi juga, suami tidak terlalu dilibatkan dalam pekerjaan rumah tangga karena pernah sakit. Praktis suami hanya ngantor dan pulang ke rumah gak membantu pekerjaan rumah tangga, malahan kadang ikut rapat kepanitiaan di luar rumah beberapa kali dalam seminggu. Aku mulai ikut melihat gambaran besarnya. Kalau begini, yang perlu habit training orang tuanya. Ayah perlu dibiasakan ikut berkontribusi di rumah, entah menjaga anak, beres-beres atau apa lah. Sedangkan ibu perlu berlatih memanajemen dapur atau urusan rumah tangganya. Memasak sehari tiga kali itu too much sih menurutku. Tiap makan menu harus beda? Alamak! Ngebayangin aja aku capek, apalagi dia yang melakukannya.

Berkaca pada kisah tersebut, aku lalu ngobrol dan sharing sama suami kalau dalam membuat habit training plan anak kami harus berpikir :
1. Apa tujuan besar dari habit training ini dilatihkan?
2. Mengapa ini penting harus dilatih ke anak?
3. Kalau tidak dilatihkan apa akibatnya?
4. Sebagai habit trainer, apa yang bisa kami lakukan agar proses habit training ini lancar? Adakah habit baru yang harus kami lakukan juga? 

Sewaktu awal banget membuat habit training untuk toilet training anak, kami tidak sepenuhnya menggunakan pertanyaan-pertanyaan tersebut sebagai pertimbangan. Kami memilih habit training tersebut karena saat itu kami melihat itu hal yang urgent. Kenapa? 
1. Saat anak menunda ke WC karena asyik bermain, tahu-tahu dia bisa kebelet dan bak di lantai. Kalau sudah begitu dia akan menangis lama sekali. Buntutnya, sepanjang hari moodnya gak bagus dan rewel (aslinya anaknya gak suka sesuatu yang kotor dan jorok). 
2. Kami kuatir kebiasaan menunda ke WC ini jadi kebiasaan hingga dewasa. Ini bisa menyebabkan penyakit infeksi saluran kencing. Untuk anak perempuan ini berbahaya sekali. 
3. Papanya anak-anak gak suka kekotoran dan jorok. Kalau sampai anak bak di lantai, bukan cuma berurusan dengan lantai kotor, dia juga harus berurusan dengan anak yang rewel sepanjang hari. 
Syukurlah, habit training anak berjalan lancar. Malah ada bonus, si dedek ikut dan lepas popok. Yay! 
Dalam proses toilet training anak, kami juga berdisiplin. Suami belajar mendisiplin emosinya supaya gak terlalu terpengaruh dengan kerewelan anak. Aku juga berlatih supaya lebih responsif pada kebutuhan anak dan mengenali anak. Ternyata aku sering gak memperhatikan ekspresi dan kebutuhan anak. 

Lalu, kenapa kami melatih anak supaya gak pilih-pilih makanan?
Alasannya, untuk kesehatan setiap orang perlu makan dengan gizi seimbang. 
Ini baru saja aku pelajari dan sadari. Tidak ada satu jenis makanan pun yang bisa memenuhi semua kebutuhan gizi seseorang, jadi kita harus macam berbagai jenis makanan. Seandainya ada satu jenis makanan yang lengkap memenuhi kebutuhan kita akan karbohidrat, protein, vitamin, mineral ya monggo makan itu aja. Tapi kan gak ada? Lah kalau anak cuma makan makanan yang disukainya saja, apa kabar ntar dengan kesehatannya hingga dewasa. Anak nangis disuruh makan yang dia gak suka? Better dia nangis sekarang dan belajar makan sehat deh daripada ntar dia nangis dan nyesal pas dewasa karena sakit gara-gara gak dibiasakan makan makanan sehat sama orang tuanya.

Aku kuatir kalau ini gak dilatihkan ke anak, mereka hanya akan terus memakan yang disukainya saja dan ini dapat berpengaruh pada kesehatannya. Contoh jelasnya aku sih, aku terbiasa makan makanan yang aku suka saja dan gak ngerti makan dengan panduan gizi seimbang. Well, dibilang gak ngerti gak juga sih, tapi aku gak terbiasa makan dengan gizi seimbang, akibatnya aku sekarang obesitas. Gak mau ah anakku kayak aku. 

Alasan utamanya sih kesehatan ya. Alasan tambahan lain:
1. Membiasakan diri masak dan makan makanan yang menyehatkan penting demi generasi masa depan (ecieeee). 
Aku perlu membiasakan diri makan makanan sehat, aslinya aku bisa makan Indomie tiap hari. Aku ngeri sih kalau bocah-bocah mengikuti jejakku. Makanya saat aku melatih anak makan makanan sehat, otomatis aku juga memaksa diriku, akakakak. Mosok, anaknya disuruh makan semua makanan sehat, emaknya ngemil Indomie sorangan. Emaknya suka gak suka harus ngasih contoh dong masak yang sehat supaya seisi rumah makan yang sehat. Kebiasaan memasak dan makan di sebuah rumah pasti akan mempengaruhi anak-anak hingga dewasa. Bagaimana nasib anak dari anakku, atau suami dari anakku kalau mereka mewarisi pola makan yang buruk dari keluarga. 
2. Supaya anak-anak tahu, dia gak bisa melakukan hanya yang disukainya.
Bocah-bocah harus belajar,mereka gak bisa melakukan apa saja sesuka mereka. Termasuk makan makanan yang disukainya saja. Iya kalau dia selalu bisa bertemu makanan kesukaannya, lah kalau ngga gimana. Misal:bertamu ke rumah keluarga lain, pergi ke daerah baru, dll. Ada kalanya mereka harus melakukan yang gak disukainya. Kalau itu untuk tujuan yang baik, kenapa nggak. 
3. Supaya gak kolokan dan rewel setiap ketemu makanan yang gak disukainya. 
Aku dah kerja terus masak pula. Kalau bocah hanya mau makan yang disukainya lalu rewel saat ketemu yang gak disukainya, apa gak emosi jiwa tuh. Hahahaha. Jadi mending dia rewel sesaat (baca:beberapa minggu, atau beberapa bulan) tapi kemudian mengerti kalau dia gak bisa mengontrol orang tuanya. Daripada sampai dewasa kami orang tuanya harus menuruti maunya. 

Apakah sekarang anak-anak kami mau makan makanan yang tidak disukainya? Lumayan sih sekarang progressnya. Paling ngga mereka mau  mencoba makanan yang baru, mau makan apa yang gak disukainya walaupun gak banyak. Kuning telur yang dulu mereka gak mau pun sekarang mau. Sayur mau coba juga. Gak perlu terlalu tarik urat leherlah urusan makan. Thank God. 

Palangka Raya, 28 April 2021
-Mega Menulis-

Galatia 5, Amsal 18

Galatia 5
Scripture 
Galatia 5:17 (TB)  Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging — karena keduanya bertentangan — sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. 

Observation 
Kita selalu menginginkan yang baik, tapi kenapa kita melakukan yang jahat. Setiap kali bertekad gak mau marah dan ngomel ke anak, eh ujung-ujungnya ngomel lagi. Setiap berbantahan dengan suami menyesal dan bertekad gak mau lagi melakukannya, eh minggu depan diulang lagi. Kenapa begitu? Karena daging lemah. Daging melakukan sesuatu dengan otomatis, apa yang selama ini sering kita lakukan sudah menjadi kebiasaan rupanya. Kalau mau mengalahkan kedagingan, harus berdisiplin.

Ingat Meg, habit is ten natures. Otak gak pernah pilih kasih. Apa yang dikerjakan berulang-ulang akan menjadi kebiasaan, entah itu baik atau buruk. Paksa diri berdisiplin melakukan kebiasaan baru sampai otak mengingatnya dibandingkan kebiasaan lama. Di awal memang susah, tapi nanti akan lebih mudah.

Jangan cuma ingin melakukan ini itu, bercita-cita setinggi langit tanpa berusaha. Kebiasaan apa yang ingin kamu bentuk? Satu demi satu saja, 1% kemajuan saja. Segera buat habit training plan. Kebiasaan apa? Kapan dilakukan? Buat habit tracker dan buat kemajuanmu terlihat sampai itu jadi kebiasaan. Ingin punya quality time dengan anak? Bagaimana caranya?Pegang HP hanya pada jam tertentu, mungkin? Jadwalkan. Lakukan. Rekam kemajuanmu. 

Aplication
Fokus membuat habit training plan untuk diri sendiri dan anak supaya bisa mendisiplin diri melakukan yang baik.

Prayer
Tuhan, tolong aku mendisiplin dagingku dan tidak membiarkan diriku kalah oleh keinginan daging. Tunjukkan ya Tuhan kebiasaan-kebiasaan apa di hidupku yang mau Tuhan rombak. Amin.

Amsal 18
Scripture
Amsal 18:13 (TB)  Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya. 

Observation & Aplication 
Mendengar lebih banyak dibandingkan berbicara.
Mendengar lebih dahulu sebelum menjawab. Jangan melakukan kebodohan dengan berbicara tanpa telinga dan hati yang mendengar Meg!

Seringkali aku melakukan itu, merasa lebih tahu apa yang akan dibicarakan lawan bicara dan berpikir ke arah mana pembicaraan ini, apa yang harus aku jawab. Padahal, yang perlu dilakukan, dengarkan saja dahulu. Benar-benar mendengar. Lalu pastikan maksud lawan bicara, jangan membuat kesimoulan sendiri. 

Prayer 
Tuhan, aku mau lebih banyak mendengar. Tolong aku menutup mulutku dan membuka hati dan telingaku. Amin.

Gratitude Journal
25 April 2021

1. Bersyukur  bisa kruntelan sekeluarga di rumah pagi ini.
2. Bersyukur semakin sehat sekeluarga.
3. Bersyukur bisa main ke rumah mamaku sore-sore.
4. Bersyukur ketemu keluarga Omku yang sedang main ke tempat Mama.
5. Bersyukur masker pesanan temanku sudah datang.

Palangka Raya, 25 April 2021
-Mega Menulis-

Tuesday, April 27, 2021

Memanen Murbei Tanpa Menanam

Hampir setiap hari melihat pohon buah ini, tapi gak pernah tertarik. Kemarin mulai tertarik dan memetik beberapa buah, kayaknya mirip nih dengan yang pernah dishare sama Ria Yustina  Penasaran, bener gak sih ini buah murbei 🤔


Pagi ini jalan lagi dan petik buahnya, cek di aplikasi dan bener, murbei hitam namanya. Yay. Bener! Dicoba yang ada merahnya, agak masam, yang hitam manis pol. Mulailah kami memetik murbei-murbei mungil ini. Yang hepi gak cuma Sara dan Sofia tapi papa mamanya juga. Gimana gak hepi, memanen tanpa menanam, buahahaha 😁  Pohonnya tinggi, tumbuh di tepi jalan dan buah-buahnya berjatuhan banyak banget, nampaknya gak pernah ada yang memanen kecuali kami 🤭


Sempat googling dan dapat info ini:Murbei hitam (Morus nigra L.) adalah salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai obat. Tanaman ini tersebar luas di berbagai negara yang beriklim subtropis. Variasi konsumsi dari buah ini pun juga beragam mulai dari buah segar, buah kering, jus buah, dan minuman beralkohol. Murbei hitam memiliki banyak manfaat sebagai pengobatan berbagai penyakit seperti diabetes mellitus, radang, iritasi tenggorokan, kerusakan pada gigi, dan anemia. Hal ini disebabkan karena kandungan senyawa bioaktif dalam tanaman ini yang cukup banyak, dimana didominasi oleh senyawa turunan fenolik. Senyawa bioaktif inilah yang memberikan kontribusi terhadap berbagai aktivitas yang dihasilkan oleh tanaman murbei hitam ini.


Banyak banget manfaatnya rupanya. Besok panen lagi ah 🤭

#jalankaki #outdoractivity #naturewalk #naturestudy

Palangka Raya, 27 April 2021

-Mega Menulis-

Galatia 4, Amsal 17

Galatia 4

Scripture
Galatia 4:31 (TB)  Karena itu, saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka. 

Observation 
Membaca ini membuat hatiku limpah dengan syukur. Anak-anak hamba perempuan itu sampai sekarang diperhamba oleh aturan dan hukum keagaamaan. Sedangkan aku dimerdekakan oleh kebenaran bahwa Kristus telah mati bagiku.

Prayer
Tuhan Yesus, terima kasih telah memilihku. Bukan karena kebaikanku tapi hanya karena kasih karuniaMu. Tolong aku untuk gak menyia-nyiakan kasihMu. Amin.

Amsal 17

Scripture
Amsal 17:14 (TB)  Memulai pertengkaran adalah seperti membuka jalan air; jadi undurlah sebelum perbantahan mulai. 

Observation & Aplication 
Jangan membawa diri ke dalam perbantahan dan memulai pertengkaran karena akan sangat sulit mengakhirinya. 

Daripada memaksakan keinginan, lebih baik sampaikan pertimbangan rasional sebelum menjadi pertengkaran. Itu yang aku lakukan baru-baru ini. 

Prayer
Tuhan, berikanku hikmat supaya tahu kapan aku harus mundur dari perbantahan yang sia-sia. Amin.
Gratitude Journal
24 April 2021

1. Bersyukur pagi ini bisa jalan dan belanja ayam.
2. Bersyukur bisa buat ayam goreng tepung yang enak banget.
3. Bersyukur bisa tidur siang agak lama.
4. Bersyukur sore dapat blessing dari temanku Fani banyak banget : kerupuk, ikan asin, usang rebon, lemon, daun jeruk, daun salam dan daun pandan.
5. Bersyukur bocah-bocah suka dan minta buku buat dibaca.
6. Bersyukur ada free ongkir Shopee jadi bisa beli beberapa kebutuhan.

Palangka Raya, 24 April 2021
-Mega Menulis-

Sunday, April 25, 2021

Galatia 3, Amsal 17

Amsal 17

Scripture
Amsal 17:1 (TB)  Lebih baik sekerat roti yang kering disertai dengan ketenteraman, dari pada makanan daging serumah disertai dengan perbantahan. 

Observation
Makan enak tapi keadaan hati gak enak ujung-ujungnya gak nyaman juga, toh makanan hanya terasa sesaat di lidah. Hidup dalam perdamaian dan ketenteraman di dalam keluarga sangatlah penting. Berarti ini harus diusahakan selalu. Jangan berbantah-bantahan yang gak perlu. Jangan berteriak. Gak usah meributkan hal yang gak esensi. Semua bisa dibicarakan baik-baik.

Aplication 
Usahakan untuk menjaga suasana di rumah penuh kasih dan tenteram Meg! Komunikasikan segala sesuatu dengan cara yang baik. Semua bisa dibicarakan. 

Prayer 
Tuhan, tolong kami sekeluarga untuk berkomunikasi dengan penuh kasih setiap hari. Jangan biarkan kami hidup dalam perbantahan. Amin.

Galatia 3

Scripture
Galatia 3:3 (TB)  Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? 

Observation
Orang yang telah memulai dengan roh tapi mengakhiri dengan daging dikatakan bodoh. Sayang sekali jika kita telah memulai dengan benar tetapi mengakhirinya dengan tidak benar. Hidup dengan tuntunan Roh Kudus sampai akhir hidupku adalah yang benar, aku gak boleh membiarkan keinginan daging berkuasa atas hidupku. Harus bersedia menyangkal diri.

Aplication
Apa keinginan daging yang masih sering menang dibandingkan keinginan Roh di dalam hidupku? Seringkali dorongan untuk bersungut-sungut lebih besar daripada mengampuni. Seringkali susah mengendalikan mulut saat bertemu makanan yang kusuka, hiks. Serahkan kendali diri kepada Roh Kudus Meg!

Prayer
Tuhan, ampuni aku karena keinginan daging sering susah kukendalikan. Tolong aku supaya hidup dalam kehendakMu saja,melakukan kehendak Roh Kudus saja. Amin.
Gratitude Journal
23 April 2021

1. Bersyukur pagi-pagi banget Sara dan Sofia sudah bangun. Jadi sebelum kami jalan pagi ada acara tambahan, aku bacakan cerita Alkitab buat mereka. 
2. Bersyukur pagi ini bocah-bocah gak perlu dibangunkan, jadi minim drama dan asyik banget jalan pagi ini. 
3. Bersyukur dapat blessing bakpia dari sepupuku yang datang dari Yogyakarta. 
4. Bersyukur ditunjuk bosku jadi mitra lokal untuk survei tahun ini. 
5. Bersyukur walaupun di rumah tapi kerjaan kantor lancar. 
6. Bersyukur batuk dan pilek sudah lumayan. 
7. Bersyukur minggu ini suami bilang laundry aja, karena kami serumah memang kurang sehat. 
8. Bersyukur bisa keluar dan beli obat.

Palangka Raya, 23 April 2021
-Mega Menulis-

Galatia 1, Amsal 17

Amsal 17

Scripture
Amsal 17:21 (TB)  Siapa mendapat anak yang bebal, mendapat duka, dan ayah orang bodoh tidak akan bersukacita. 

Observation
Sungguh penderitaan besar mempunyai anak yang bodoh dan bebal. Sebagai orang tua, agar tidak menderita seperti ini maka aku harus mau bersusah payah melatih dan mendidik anak-anakku sejak dini. Jangan sampai mereka menjadi anak yang tidak bisa dikasih tahu.

Aplication
Aku harus sabar dan mendidik anak sejak dini supaya tidak mendatangkan penderitaan di masa mendatang.

Prayer
Tuhan, tolonglah aku, berikan aku dan suamiku hikmat dan kesabaran dalam mendidik anak-anak kami. Amin.

Galatia 1

Scripture
Galatia 1:10 (TB)  Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

Observation
Setelah berjumpa Kristus dan menyadari bahwa dia telah dipanggil menjadi hamba Kristus bahkan ditebus dari dosanya maka Paulus hanya melakukan apa yang disukai Allah. Dia hamba Kristus jadi mencari perkenan Kristus saja. 

Sekiranya aku sudah menyadari panggilan Kristus dan masih saja hidup sesuai kehendak orang lain atau bahkan kehendakku saja, maka aku bukanlah hamba Kristus.

Aplication 
Aku harus terus mencari kesukaan dan perkenan Allah saja, bukan manusia.

Prayer
Tuhan, tolong aku supaya melakukan kehendakMu saja dalam hidupku. Aku lemah dan sering mencari kesenangan daging, ampuni aku Tuhan. Amin.
Gratitude Journal
21 April 2021

1. Bersyukur jalan kalo hari ini ke warung dan bisa beli ayam. 
2. Bersyukur walaupun WFH kerjaan lancar. 
3. Bersyukur WFH bisa sambil menemani bocah-bocah main. 
4. Bersyukur ada air kelapa jadi bisa ungkep ayam pakai air kelapa, manis ayamnya. 
5. Bersyukur bisa posting di blog. 
6. Bersyukur bisa sharing dengan seorang teman tentang bahan belajar anak. 
7. Bersyukur baca sharing orang tua lain di WA grup dan jadi termotivasi. 
8. Bersyukur suami bisa perbaiki kipas angin kami yang rusak.

Palangka Raya, 21 April 2021
-Mega Menulis-

Saturday, April 24, 2021

Bagaimana Melatih Anak Gak Pilih-Pilih Makanan

Melatih kebiasaan makan anak ternyata banyak jenisnya, baru tahu kan? Sampai bengong sendiri aku waktu tahu di kelas Habit Training, nih di antaranya:
- melatih makan apa saja (gak pilih-pilih)
- melatih makan mandiri (gak disuapin maksudnya) 
- melatih makan gak lama 
- fokus saat makan dan gak mengerjakan hal lain selain makan
- dll
Kali ini aku mau bahas bagaimana melatih anak makan makanan yang gak disukainya alias gak pilih-pilih makanan. Duh, bersyukur lah kalian para orang tua kalau punya anak yang mau makan apa saja yang diberikan tanpa pilih-pilih. What a blessing. Anak kami ma suka pilih-pilih, kalau ketemu makanan yang gak disukainya bisa blas gak mau. Jadi kebiasaan makan apa yang dihidangkan ini salah satu yang kami latihkan ke anak kami baru-baru aja. Udah lumayan sih sekarang, walaupun gak juga dia jadi suka, tapi paling nggak anak mau mencoba dan makan apa yang gak disukainya. Kalau mengubah anak jadi suka? Wah, susah lah ya. Wong tiap orang punya preferensi sendiri. Kita aja disuruh suka makan makanan yang sebelumnya kita gak suka, emang mau? 

Masalah makan ini pernah jadi masalah besar dalam keluarga kami. Kami pernah melakukan kesalahan. Dua kesalahan ekstrim yang pernah kami lakukan sebagai orang tua:
- memaksa mati-matian anak makan yang gak disukai
Pokoke anak harus makan biarpun gak suka, pakai diancam, dipaksa, dicekokin. Pokoke wajib! Kalau perlu dihukum kalau gak mau makan makanan itu. Dih, berasa jadi emak tiri gak sih kalau kayak gini 😅
- hanya memberikan makanan yang disukainya
Nah, ini kebalikannya. Pas tahu anak suka makanan A, saking senangnya liat anak lahap makan itu, kasih terooossss.... Akhirnya anaknya beneran cinta mati makanan itu atau malah jadi muak, akakakak. 

Parah banget kami. Pernah saking maksa anak makan, anaknya sampe kayak trauma makan. Tiap lihat makanan mau muntah, ish. Tobat deh. Akhirnya yang penting mau makan deh. Kasih aja yang disuka, daripada gak makan to? Bener kan? SALAH. Anak harus tetap belajar dan dilatih makan apa saja yang dihidangkan di meja makan.

Bagaimana kami melatih anak kami makan makanan yang tidak disukainya?

1. Orang tua harus memberikan teladan
Sebagai orang tua , kita ingin anak tidak memilih makanan. Tapi apabila kita sebagai orang tua suka pilih-pilih makanan? Bah. Bagaimana mungkin kita mengharapkan anak tidak melakukan hal yang sama? Anak adalah peniru yang handal. Kedua anakku sekarang suka sayur, dan untuk ini aku harus bersyukur punya suami yang suka banget makan sayur. Aku? Aku makan walaupun gak banyak. Yang jelas, anakku memiliki teladan dalam hal makan sayur. Apabila di rumah orang tua suka pilih-pilih makanan, wah jangan heran kalau anak melakukan hal yang sama. 

2. Buat anak mau mencoba. 
Terkadang anak gak mau bukan karena gak suka, tapi karena belum mencoba. Salah satu anak kami seperti itu. Belum dicoba sudah bilang gak mau, gak suka. Kan gregetan ya 😅 Saking sensitifnya sama bau, ada tuh, baru cium baunya aja dah gak mau. Ya udah, kami bujuk, coba dulu makan. Baru boleh bilang gak mau atau gak suka. Bilang doang yang boleh, uhuk...Uhuk.... Tapi tetap disuruh makan, buahahaha. Yang jelas, kalau dah tahu anak gak suka, kasih porsi kecil aja dulu. Jangan langsung segaban, keburu eneg duluan anaknya. Ntar lama-lama baru tambah porsi secara bertahap.

3. Jangan biarkan anak memilih makanan
Minta anak makan apa saja yang dihidangkan di meja makan. Kalau perlu disuapi. Masalah makan mandiri bisa belakangan. Anak kalau dewasa, dah bisa dan sanggup mana mau juga kan disuapi. Emang ada anak dah remaja gitu mau disuapi? Biar saja anak disuapi makan sayur, daripada makan sendiri terus gak dimakan. Awalnya anakku menolak disuruh makan makanan yang gak disukainya. Pakai merengut dan nangis malahan. Kalau dah gini gimana? Tetap disuruh makan dong, tapi aku validasi emosinya dulu. Aku bilang, "Kamu nangis karena kamu gak suka makan sayur ya?" 
"Iya," katanya sambil mewek. 
"Mama tahu kamu gak suka, tapi kamu tetap harus makan. Kita gak bisa makan hanya yang kita suka. Itu gak baik, gak sehat. Mama juga sama lo, gak semua mama suka. Mama sukanya makan sate. Tapi mama gak bisa makan sate terus, nanti mama sakit. Kamu juga sama. Kita belajar ya, makan ini biarpun gak suka,sedikit aja gak papa". 
Dia bilang gak mau dong. 
"Ya udah, terserah kamu kalau gak mau makan, berarti kamu sekarang gak usah makan ya. Gak ada kue, susu atau makanan lain sampai jam makan berikutnya. Makanan yang gak mau kamu makan, pasti nanti ada lagi di jam berikutnya. Dan tetap harus kamu makan. Mau? Pilih mana?"

4. Kalau anak pilih makan, langsung berikan sedikit demi sedikit. 
Sambil gak lupa dipuji. Kalau aku biasanya bilang, "Kamu hebat, biarpun gak suka tapi mau coba dan tetap makan, itu anak  yang mau sehat". Di lain waktu, aku peluk dia, bilang, "Makasih ya, Mama senang kamu habiskan masakan Mama". Yah, gitu-gitu deh. Puji anak, kalau perlu setelah beberapa minggu mau makan yang gak disukai, kasih reward. Beberapa minggu ya. Jangan tiap makan, bangkrut bo. 

5. Kalau anak gak mau makan, ya  lakukan apa yang sudah dikatakan :
-stop sesi makan saat itu juga
-jangan berikan kue, susu atau makanan tambahan lain sampai dia makan dengan benar
-tetap berikan menu yang gak disukainya pada jam makan berikutnya. Jadi dia belajar kalau dia ga bisa menghindari menu itu. 

6. Observasi kenapa anak gak suka makanan itu. Apakah alasannya esensi? Berinovasi kalau sudah jelas alasannya. Tapi bukan berarti dia bisa pilih-pilih. 
Misal, salah seorang anak kami gak mau makan daging atau makanan berserat. Ternyata karena giginya gak bagus, jadi agak susah buat dia mengunyah, jadi lama pol. Nah, jadi malas deh dia makan gituan. Jadi aku harus perhatikan tekstur makanan, dimasak agak lama biar mudah dikunyah, digiling dan dibuat nugget atau bakso, disuwirin, atau dipotong kecil-kecil. Yah, intinya berinovasilah. Atau ada anak kami yang malas makan buah, penyebabnya bikin geli. Dia malas pegang buah langsung pakai tangan karena dia gak suka kotor tangannya. Akhirnya buahnya dipotong-potong, kasih tusuk gigi/garpu, beres deh. Intinya, melatih kebiasaan baru ke anak membuat kita harus berusaha mengenali anak kita lebih dalam,kondisi fisiknya, perasaannya, pikirannya, dll deh. Seru sih kalau kita gak keburu emosi. Kalau keburu emosi. Wadidaw. Susah. 

Pelan-pelan akhirnya anak kami mau mencoba dan makan menu yang gak disukainya. Yah, walaupun gak sebanyak makan menu yang disukainya. Ya gak papa. Wajar aja lah. Anak gak harus suka, tapi tetap harus memakan apa yang kami hidangkan. 

Sebelum melakukan langkah di atas sebenarnya ada ketakutan, bagaimana kalau anaknya gak mau makan sampai lama banget? Ntar kekurangan gizi atau sakit gimana? Aku diingatkan Mbak Ellen untuk belajar beriman kalau anak yang sehat pasti makan. Jadi gak perlu panik kalau anak gak mau makan. Lagipula, butuh berbulan atau bertahun buat anak disebut kekurangan gizi. Yang penting orang tua tetap konsisten dengan aturan yang mau ditegakkan. Harus kompak juga dengan pasangan. Gak usah pakai marah atau memaksa anak makan. Sampaikan dengan tenang, tegas dan kalem aturan makan, lalu konsisten lakukan. Anak akan belajar kok kalau dia gak bisa kompromi dengan aturan dari orang tuanya. Dia gak bisa tawar-menawar. 

Semangat Mak! 💪💪

Palangka Raya, 23 April 2021 
-Mega Menulis-

Kisah Para Rasul 16, Amsal 17

Kisah Para Rasul 16

Scripture
Kisah Para Rasul 16:24-25 (TB)  Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.
Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.

Observation
Paulus dan Silas ditangkap, dipenjarakan dan dipasung dengan kuat, tetapi mereka tetap berdoa dan memuji Tuhan.
Saat aku dalam kesulitan, sanggupkah aku seperti mereka? Yang berdoa dan memuji Tuhan? Mereka bukannya menangis dan meratap lo Meg! 

Mereka tidak kuatir karena tidak fokus pada keadaan mereka. Fokus mereka tertuju pada Allah, makanya mereka memuji Tuhan. 

Aplication
Saat di dalam kesulitan, aku mau fokus pada Tuhan sehingga dimampukan semakin bertekun berdoa dan memuji Tuhan.

Prayer
Tuhan, seperti Paulus dan Silas, ajar aku memandang Engkau saja di tengah kesulitanku. Amin.

Amsal 17

Scripture
Amsal 17:28 (TB)  Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya. 

Observation & Aplication 
Lebih baik berdiam diri daripada mengumbar kebodohan. Banyak bicara tanpa berpikir malah membuat seseorang terlihat bodoh. Lebih mudah membuka mulut daripada menutup mulut. Mengomentari sesuatu tanpa diminta itu gampang sekali tapi aku diingatkan untuk menahan diri. Sebelum membuka mulut, minta hikmat dari Tuhan supaya apa yang disampaikan bisa menjadi berkat dan bukannya perkataan sia-sia.

Prayer
Tuhan, tolong aku untuk menahan mulutku kalau tidak ada yang Tuhan ingin sampaikan lewat aku. Jangan biarkan aku mengumbar kebodohanku. Amin.
Gratitude Journal
20 April 2021

1. Bersyukur banyak yang sudah mengisi Google Form untuk usulan pengembangan kompetensi pegawai.
2. Bersyukur karena aku flu berat dan batuk, disuruh bosku WFH sampai hari Jumat.
3. Bersyukur bisa main ular tangga bareng bocah-bocah pas malam, mereka senang banget.
4. Bersyukur bisa menulis beberapa tulisan hari ini untuk di blog.
5. Bersyukur pagi dan sore bisa jalan bareng sekeluarga.

Palangka Raya, 20 April 2021
-Mega Menulis-

Friday, April 23, 2021

Ular yang Gak Jujur

Tadi malam baca ini buat Sara dan Sofia. Eh ternyata ada si ular yang berbohong ke Hawa. Aku jadi ingat dong beberapa hari lalu ngajarin Sara untuk jujur. Mulai deh Mama tanya ke Sara, "Ularnya ngomong gak benar ya Kak?"
Trus Sara bilang,"Iya. Ularnya gak jujur Mah". Mama senang, Sara masih ingat 🤭
"Kalau kita gak jujur, Tuhan sedih kan? Tuh liat, Tuhan sedih karena Adam dan Hawa gak jujur. Kita belajar jujur ya Nak."
"Oke," kata mereka. 
"Jadi, kalau orang gak jujur kayak siapa kak?"
"Ular," jawab Sara mantap.
🐍🐍🐍🐍🐍
Membaca firman Tuhan bagi anak-anak kita tahu itu penting. Mengisi akal budi mereka dengan kebenaran firman Tuhan itu penting (pakai buanget). Ini untuk mengenalkan mereka kepada Allahnya yang hidup. Sebagaimana tiap hari aku mau bertekun membaca firman Tuhan, aku juga mau bertekun membacakannya bagi anak-anakku.

Palangka Raya, 23 April 2021
-Mega Menulis-

Galatia 2, Amsal 17

Galatia 2

Scripture
Galatia 2:14 (TB)  Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: "Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?" 

Observation
Dasar Paulus menegur Petrus adalah kebenaran Injil. Reminder buatku, menegur seseorang dengan dasar yang benar-kebenaran Injil, bukannya emosi sesaat, atau rasa iri, atau motivasi lain yang gak benar di hadapan Tuhan.

Prayer
- Selidiki hatiku sebelum menegur, apakah motivasinya kebenaran Injil Allah.
- Menegur dengan kasih Meg!

Prayer
Tuhan tolong berikan aku keberanian dan kasih saat aku harus menegur seseorang. Amin.

Amsal 17

Scripture
Amsal 17:9 (TB)  Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib. 

Observation
Hari ini mau kesel rasanya dengan suami, baru beli pompa sepeda dan dirusaknya. Gatal pengen ngomentari. Tapi aku menahan mulutku, ngapain memperkeruh suasana. Toh dia juga gak sengaja. Aku bersyukur aku diam, ternyata masih bisa diperbaiki. Semoga di lain waktu aku bisa gak mengungkit kesalahan, walaupun misalnya gak bisa diperbaiki.

Aplication
Tahan mulut untuk berkata kasar. Apalah yang aku katakan karena kasih dan akan membuatku semakin mengasihi? Kalau nggak, diam saja.

Prayer
Tuhan, tolonglah aku supaya mengejar kasih dalam hidupku dan keluarga. Amin.
Gratitude Journal
22 April 2021

1. Bersyukur pagi ini bisa ikut zoom meeting kantor. 
2. Bersyukur kami bisa jalan oagi walaupun telat bangun.
3. Bersyukur anak-anak masih mau makan walaupun pilek dan batuk.
4. Bersyukur sore Sara mau belajar naik sepeda di rama dekat rumah.
5. Bersyukur kulzoom hari ini bagus banget, sesuai kebutuhan kami.
6. Bersyukur kami sekeluarga ditraktir makan ikan sama sepupuku.
7. Bersyukur orang yang nyewa rumahku di Kasongan bayar kontrakan.

Palangka Raya, 22 April 2021
-Mega Menulis-

Kisah Para Rasul 15, Amsal 17

Amsal 17

Scripture
Amsal 17:27 (TB)  Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin. 

Observation & Aplication 
Menahan perkataan dan berkepala dingin. Artinya gak mudah bereaksi dengan ucapan mengenai apa yang terjadi karena  mikir dulu sebelum ngomong, gak mudah panasan jadi orang. Seringkali komentar yang dikeluarkan tanpa berpikir malah memperburuk keadaan.

Prayer
Tuhan, mampukan aku menahan mulutku dari ucapan yang sia-sia hari ini. Amin.

Kisah Para Rasul 15

Scripture
Kisah Para Rasul 15:32 (TB)  Yudas dan Silas, yang adalah juga nabi, lama menasihati saudara-saudara itu dan menguatkan hati mereka. 

Observation
Yudas dan Silas tidak sekedar memberikan nasihat, tapi juga menguatkan hati saudara-saudara mereka. Saat aku berada di tengah orang lain yang susah hati, apakah kehadiranku menghibur hati mereka? Ya, terkadang orang yang sedang susah hati membutuhkan nasihat untuk melihat sudut pandang lain. Tapi lebih penting dari itu adalah empati. Orang tidak peduli apa yang aku katakan sebelum mereka merasa kalau aku benar-benar peduli.

Aplication
Aku mau memiliki kepedulian yang tulus kepada mereka yang kesusahan supaya mereka merasakan kalau Allah peduli pada mereka.

Prayer
Tuhan, pakailah aku menunjukan kepedulianMu kepada mereka yang susah hati. Aku mau Tuhan. Amin.
Gratitude Journal
19 April 2021

1. Bersyukur bisa menyelesaikan usulan alih status hari ini.
2. Bersyukur bisa menamatkan satu lagi online course di Unparplus.id
3. Bersyukur sore bisa tidur lama banget, anak-anak jalan sama papanya.
4. Bersyukur walaupun flu berat tapi gak tumbang.
5. Bersyukur bisa jemput adekku pas siang.
6. Bersyukur uang makan masuk hari ini.
7. Tadi suamiku bilang kalau Sara berbohong tentang siapa yang menghambur mainannya. Puji Tuhan, aku ada ide untuk mengajarkan konsep kejujuran sama Sara dan dia mulai mengerti.
8. Bersyukur temanku bilang, papanya suka tahu bacem yang aku kasih kemarin.

Palangka Raya, 19 April 2021
-Mega Menulis-

Thursday, April 22, 2021

Yakobus 5, Amsal 17

Yakobus 5

Scripture
Yakobus 5:15 (TB)  Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.

Observation
Doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit. Dari kemarin kami serumahan mulai sakit flu, Sofia - suamiku - Sara- aku. Semalam sebelum tidur aku berdoa buat Sofia, waktu itu baru dia yang sakit. Rupanya siang ini, Sofia ingat. Sewaktu mau makan siang dia minta didoakan lagi sakitnya secara khusus. Wow. 

Aplication 
Saat ada yang sakit segera berdoa dan ajak anak berdoa Meg. Anak-anak mengingat apa yang kita lakukan. Bahkan, nanti mereka yang akan mengingatkan kita berdoa. 

Prayer 
Tuhan, biarlah melalui sakit kami, Tuhan pakai menumbuhkan iman kami. Amin.

Amsal 17

Scripture
Amsal 17:22 (TB)  Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. 

Observation&Aplication 
Mudah merasa lemas dan gak berdaya sewaktu sakit, lalu mengasihani diri sendiri. Tapi  firman Tuhan ingatkan untuk tetao bergembira dan bersemangat. 

Hari ini benar-benar malas rasanya ngapa-ngapain, badan lemas, pegal semua rasanya, kepala pusing dan hidung meler. Puji Tuhan, anak-anak walaupun sakit gak rewel dan bersemangat mengajak jalan jadi menular deh ke aku semangat mereka. Kami jalan dan bersenang-senang walaupun gak enak badan. Puji Tuhan.

Prayer
Tuhan, kami mau tetap bergembira dan bersemangat di dalam Engkau sekalipun sakit. Amin.
Gratitude Journal
18 April 2021

1. Bersyukur bangun pagi bareng sekeluarga dan jalan ke taman makam pahlawan.
2. Bersyukur bisa istirahat siang keluarga agak lama.
3. Bersyukur bisa jalan bareng keluarga dan bersemangat walaupun serumahan sakit.
4. Bersyukur tinggal goreng ikan yamg yang sudah dibumbui.
5. Bersyukur malam bisa bacakan buku buat bocah.
6. Bersyukur Sofia minta didoakan beberapa kali hari ini.

Palangka Raya, 18 April 2021
-Mega Menulis-

Wednesday, April 21, 2021

Manfaat Jalan Bersama Keluarga

Setelah beberapa minggu jalan kaki bareng sekeluarga (pagi dan sore) , kami merasakan manfaatnya bagi anak-anak (dan kami juga sih). Apa saja manfaatnya?

1. Saking senangnya anak-anak dengan momen jalan kaki bareng kami jadi bisa melatihkan kebiasaan baru dengan menempelkannya ke kegiatan jalan kaki, atau menjadikan jalan kaki sebagai syarat. Akakakak. Memanipulasi anak? Ngga dong, ini supaya mereka belajar konsekuensi. Beberapa kebiasaan baru yang muncul karena jalan pagi :
- Bangun lebih pagi (pukul 5 pagi anak-anak sudah mulai kami bangunkan, paling lambat pukul 5.30 kami sudah jalan). Setengah jam itu toleransi waktu untuk leyeh-leyeh (ya kali, bangunin bocah bisa langsung bangun, hahahaha), merapikan tempat tidur, buang air kecil, dan minum air putih.
- Tidur tidak terlalu malam. Sebelumnya memang kami selalu sudah mematikan lampu di jam tertentu, tapi namanya bocah kan di tempat tidur masih main lompat-lompat, mengoceh, dll. Sekarang kami kasih tahu kalau tidur kemalaman konsekuensinya pagi susah dibangunkan. Jadi kalau sudah dibangunkan dan gak bangun, papa mama tinggal. Pernah mereka berdua gak bangun dan akhirnya hanya aku berjalan berdua papanya. Sejak itu kapok dong mereka tidur kemalaman.
- Pola kegiatan mereka jadi teratur. Karena bangun lebih pagi dan ada aktivitas fisik jadi siang Sara capek dan mau tidur siang. Pakai tes capek pun dia kedapatan tidur terus. Ya iyalah, jam tidur malam berkurang, pindah siang deh. Akakakak. Selain itu,kalau mau ikut jalan sore harus sudah membereskan mainan dan tidur siang. Mau gak mau dong tidur siang. Akakakak. 
- Selera makan membaik. Karena banyak aktivitas fisik-jalan kaki pagi dan sore, jadi kalau dikasih makan jarang nolak. Akakakak. Biar pun dikit pasti makan. Ya iya lah, kan tenaganya kepake buat jalan. Lumayan lah, urat leher yang biasanya tegang gara-gara memaksa mereka makan jadi lumayan kendor.
2. Momen untuk menjalankan mindful parenting.
Berasa gak sih kalau kebersamaan bareng anak sering kedistract hal-hal lain, kayak HP, pekerjaan, tontonan tv, atau sambil mengerjakan pekerjaan lain. Jalan bareng anak isinya hanya sepenuh hati memegang tangan mereka, mengobrol, melihat sekeliling. Aku belajar mindful saat berjalan bersama mereka. Susah. Apalagi aku terbiasa multitasking, dan pikiran ke sana ke mari.Mindfulness menurut Mas Aar (Rumah Inspirasi), kita hadir sepenuh hati dan memberikan perhatian sepenuhnya kepada anak. Pikiran tidak melayang-layang ke aneka masalah atau membayangkan kegiatan berikutnya. Hadir sepenuh hati berarti kita mendengarkan anak menggunakan seluruh indera, gestur, intonasi dan bahasa non verbal. Kita merespon dan mengajukan pertanyaan bermakna ke anak, bukan hanya berkomentar sambil lalu. Proses ini kelihatannya sederhana tapi butuh latihan agar menjadi kebiasaan. Jika terbiasa berinteraksi secara mindful, maka kualitas hubungan membaik dan hubungan menjadi hangat.
Ternyata gak mudah lo melakukan ini, seringkali pas anak-anak ngobrolin apa yang menarik perhatiannya waktu jalan. Eh emaknya mau menggunakan momen itu ngajarin ini itu (mumpung ada ide), di situ dilemanya. Belajar mendengarkan sepenuh hati itu gak gampang Esmeralda! 😅

3. Memperkuat bonding dan makin mengenal anak. Aslinya Sara dekat sama aku, Sofia dengan papanya. Sekarang sejak jalan kaki, Sara mau dekat dengan papanya. Begitu pula Sofia denganku. Aku mulai menyadari kalau Sara mudah uring-uringan kalau kurang tidur. Dia mudah cegukan kalau lupa minum di pagi hari. Sofia suka sekali melihat binatang, tapi paling suka melihat kucing. Sara suka berhenti mengamati sampah bungkus mainan. Sofia selalu mengambilkan buat kakaknya kalau dia mengambil apa saja di jalan (batu, bunga, daun, dll).Mereka mulai hapal rute kami berjalan. Setiap perjalanan menjadi momen untuk semakin mengenal anak (dan suami). 
 
4. Saat berjalan menjadi momen untuk mengajar anak-anak tentang apa saja sesuai yang kami lihat. Anak-anak bisa belajar lewat apa yang dilihat dan kami selaku orang tua dapat belajar menggunakan apa yang kami lihat sebagai sarana belajar anak. Anak-anak tahu konsep benda mana yang tenggelam dan mengapung karena kami melempar benda ke sungai dekat rumah. Mereka belajar untuk gak membuang sampah sembarangan. Mereka melihat anjing yang bertengkar dan berpisah, lalu kami bilang kalau bertengkar gak asyik karena jadi gak bisa main bareng (sejak itu mereka jarang bertengkar). Mereka belajar berhitung sederhana. Mereka mulai hapal jalan ke tetangga yang memelihara monyet/anjing/bebek. Mereka belajar menyapa tetangga. Mereka menghitung kucing yang mereka lihat sepanjang jalan. Mereka mengamati kendaraan punya nomor,rumah-rumah juga. Di lain waktu kami mengamati aneka binatang dan bunga. Terkadang aku request ke Sara menggambar binatang yang dilihatnya (karena dia suka menggambar). Mereka belajar menyeberang jalan. Mengetahui tentang trotoar. Belajar kosa kata baru. Mengenali huruf (yang tertampang di toko-toko). Mengenali aneka tumbuhan, dan masih banyak lagi yang dipelajari. Yang lucu, pernah Sofia mengeluh karena sinar matahari pagi panas. Belum sempat aku berkomentar, Sara sudah bilang : Gak papa Dek, kan banyak vitamin D. Bagus buat kita supaya sehat. Buahahaha. Persis omonganku ke Sara dulu saat dia mengeluh panas 🤭 Sara ingat rupanya. 

Ga nyangka kan, `jalan' doang banyak manfaatnya ya. Yuk, kita jalan bareng keluarga!

Palangka Raya, 21 April 2021
-Mega Menulis-

Yakobus 4, Amsal 16

Amsal 16

Scripture
Amsal 16:18 (TB)  Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. 

Observation&Aplication 
Saat aku merasa lebih dibandingkan dari orang lain, aku harus berhati-hati. Itu akan membawa pada kejatuhan. Gak ada yang ada padaku yang bukan pemberian Tuhan. Aku bisa bermegah hanya dalam kasih karuniaNya, yang bahkan adalah pemberian. Gak usah kepedean ngerasa lebih baik dari orang lain deh. Allah lah yang mengerjakan di dalamku segala sesuatu yang baik. Ga ada satu pun hal baik di dalam hidupku yang bukan pemberianNya.

Prayer
Tuhan, jauhkanlah aku dari kesombongan. Aku bukan apa-apa tanpa Tuhan, ingatkanlah aku saat aku mulai melupakannya. Amin.

Yakobus 4

Scripture
Yakobus 4:6, 10 (TB)  Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."  
Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu. 

Observation & Aplication 
Merendahkan diri di hadapan Tuhan berarti SETIAP SAAT merendahkan hati. Lah iya kan, mana pernah aku bisa menyembunyikan kesombonganku  kalau berhadapan dengan Tuhan. Wong isi hatiku aja dia tahu. Gak perlu sikap atau omongan sombong, hatiku saat merasa lebih dari orang lain aja sudah diperhitungkan sebagai kesombongan. Sikap hatiku Tuhan tahu.

Prayer
Tuhan, jangan biarkan aku jatuh dalam kesombongan. Amin.
Gratitude Journal
17 April 2021

1. Bersyukur bangun pagi bareng suami dan bisa ngobrol, quality time berdua tanpa direcokin bocah.
2. Bersyukur bisa belanja ke pasar buat stok seminggu ke depan.
3. Bersyukur berhasil buat pentol bakso tanpa tepung.
4. Bersyukur bisa masak tempe dan tahu bacem agak banyakan, jadi bisa blessing seorang teman.
5. Bersyukur akhirnya punya cetakan bakwan kayak orang yang jual gorengan, hehehe. Akhirnya bakwa buatanku bagus bentuknya.
6. Bersyukur dapat blessing roti dari teman.
7. Bersyukur suami mencuci dan aku masak.
8. Siang baru sadar kalau hari ini Wedding Anniversary kami yang ke-6. Puji Tuhan buat penyertaan Tuhan dalam kehidupan pernikahan kami. Dia sungguh baik.
9. Bersyukur ada teman yang tulisannya di Wattpad akan dibeli. Hepi dengarnya.

Palangka Raya, 17 April 2021
-Mega Menulis-

New Habit : Jalan Kaki

Beberapa waktu yang lalu, aku memenuhi tantangan #30DaysLovingMyselfLIKE #MegaRambangJalanKakiBarengLIKE Jadi selama 30 hari aku jalan kaki dengan target 10.000 langkah setiap hari. Lumayan tuh kalau dikonversikan kurang lebih 7 km. Akakakakak. Ternyata aku sanggup lo, walaupun gak full 30 hari berjalan 10.000 langkah, tapi sempat beberapa kali dapat 10.000 langkahnya, hehehe. Bangga deh dengan diri sendiri, ternyata aku cukup konsisten. Ecieee... 

Aku mengajak suami dan bocah-bocah jalan juga. Gayung bersambut. Mereka mau dan senang. Masalahnya adalah, mereka baru bangun jam 5-5.30 pagi. Jadi kalau aku mau mencapai 10.000 langkah aku harus mulai berjalan paling nggak jam 4,lalu lanjut jalan bareng mereka. Karena jalan sama bocah, paling cuma bisa dapat 2000-3000 langkah. Lah, padahal sebelum jalan aku saat teduh dulu, buat jurnal, dll. Mau bangun jam berapa? Mulailah aku mengeluh ke suamiku. Lalu dia bilang, "Emang harus 10.000 langkah itu selesai pagi? Kan itu totalan jalan sehari?" Hatiku gak terima awalnya, kapan lagi aku jalan selain pagi? Pulang kantor jam 4 dah tepar. Ya kan bisa jalan-jalan di kantor, kata suamiku lagi. Bo,aku di kantor kan kerja, bukan jalan. PLAK. Alasan. Padahal aslinya mager kalau dah di kantor. Hihihi. 
Lalu, aku mikir dong, sebenarnya bagus nih jalan kaki bareng keluarga. Ada kesempatan memperkuat bonding sama anak dan suami, bisa ngobrol bareng mereka, untuk kesehatan juga, terus pola kegiatan anak jadi terjadwal (Pulang jalan, gak lama pasti makan. Terus karena jalan kaki pagi, siangnya mereka tidur siang. Belum lagi bisa membangun kebiasaan bangun pagi anak). Kalau 10.000 langkah sendiri aku cuma ngeluh-ngeluh ujung-ujungnya, ngapain kan? 

Akhirnya aku gak memaksakan diri menargetkan 10.000 langkah setiap hari. Aku bisa berjalan setiap hari dengan konsisten pun sudah bagus, targetku yang penting bergerak. Aku mulai realistis, ngapain jalan rutin 10.000 langkah kalau aku cuma kecapekan, kurang tidur dan gak punya quality time bareng keluarga. Morning routineku sendiri sudah padat (sate, baca buku, membuat narasi, masak, dll) 😅 Targetku minimal 6000 langkah saja sekarang. Kalau gak tercapai ya sudah, hehehehe. Biasanya kalau pagi bisa dapat 3000 langkah pas jalan bareng keluarga atau jalan bareng keluarga pagi sore, lalu 2x pp ke kantor jalan kaki udah tembus tu 6000 langkah (dengan catatan ). Nah, Kalau libur baru bisa tuh dapat 10.000🤭

Sekarang terasa lebih mudah untuk jalan kaki tiap hari karena sudah aku sertakan pada aktivitas rutin tiap hari:
-Pagi dan sore jalan bareng sekeluarga keliling-keliling kompleks. Ini kalau gak aku lakukan, suami dan bocah-bocah yang nagih, hahaha. Jadi komitmen lumayan terjagalah. Kecuali kalau sore jalannya pakai motor, akakakak. Kadang bocah pengen jalan pakai motor. 
-Ke kantor aku jalan kaki (pagi ke kantor, jam makan siang pulang ke rumah, habis makan siang ke kantor lagi, pulang kantor jalan lagi). Lumayan 4 kali perjalanan. Sepuluh menitan sekali jalan, sambil mendengarkan podcast. Gak terasa lo. 
-Kalau lagi gak males gerak, aku mengambil minum di kantor ke galon di lantai satu. Sesekali buang air kecil si lantai satu (ruanganku di lantai 2). Kalau gak males yaaaa... Akakakak. 

Dengan begini jadi gak berasa harus mengalokasikan waktu khusus. Kan aku memang harus ke kantor, cuma yang biasanya naik motor jadi jalan kaki. Berat? Di awal doang sih. Sama paa siang-siang tu kan naujubilah panasnya, hahahaha. Tapi lumayan dah terbiasa kok. 

Aku harus terus ingat. Start small aja, yang penting rutin. Manfaatnya sih jalan buat aku lumayan jadi habit sekarang. Aslinya kan aku mageran banget 😂 Sekarang  malah senang tiap ada momen bisa jalan, bisa nambah pencapaian di aplikasi, akakakak. Teutep ya, senang sesuatu yang terukur 😁

Kalau pun gak sempat jalan bareng keluarga ya minimal ke kantor pasti jalan. Mosok gak ngantor? Kalau hujan? Pernah seharian hujan, akhirnya aku jalan mondar-mandir di dalam rumah, hahahaha. Dari WC, dapur, ruang keluarga, ruang tamu, teras, bolak-balik entah berapa puluh atau ratus kali. Sambil dengerin podcast atau hapalin ayat, mondar mandir setengah jam lebih, demi jalan. Biar gak stop aja habit yang sudah dibangun 😅 Sayang rasanya berhenti setelah memulai sejauh ini. Kalau lagi males jalan, aku 'memaksa diri' dengan bilang:dua menit aja jalan Meg. Pas dimulai pasti lebih kok dari dua menit 😂😅 Manfaat jalan pagi buat anak-anak lebih banyak lagi. Lain kali deh aku share.

Palangka Raya, 20 April 2021
-Mega Menulis-

Tuesday, April 20, 2021

J U J U R

"Sara tadi berbohong lagi, " kata papanya.
"Memang bagaimana ceritanya?" tanyaku.
"Tadi mainannya diberantakin, padahal aku liat dia yang buat, tapi pas ditanya siapa yang buat, dia bilang dedek. Kebiasaan, dikit-dikit dedek, " jawab suamiku kesal.
"Mungkin dia takut dimarahi," kataku. Suamiku emang super resikan, jadi nampaknya anak-anak juga tahu kalau papanya gak suka sesuatu berantakan. 
"Padahal aku tanya baik-baik lo," kata suamiku. 

Aku diam dan memutar otak, berpikir bagaimana caranya mengajarkan konsep 'jujur' ke anak yang berusia belum 5 tahun. Sudah siap-siap mau googling: Bagaimana kalau anak berbohong. Mengajarkan jujur ke anak. Apa yang harus dilakukan kalau anak berbohong. 
Ish, kenapa ya jadi orang tua tuh gak ada sekolahnya. LOL. Help me God. 

Saat aku melihat Sara dan papan gambarnya, sebuah ide muncul. Kupanggil Sara yang sedang menggambar di papan gambarnya.
"Mama pinjam papan gambarnya Kak," dia pun menyerahkan papannya. Kutulis sebuah kata di sana : J U J U R. 
"Huruf apa ini Kak?" Sara pun berucap, "Jei Yu Jei Yu Ar." Dalam hati aku ngakak, ini anak sok English banget sih, akakakak. Ngeja huruf aja pakai English Vinglish. Kebanyakan nonton Youtube Eibisidi nih. Tapi lagi serius gak mungkin kan ye aku ngakak beneran. 
"Iya benar. Ini dibaca jujur," kataku. Senyum pun merekah di bibir mungilnya. 
"Kakak tahu jujur gak?" dia pun menggeleng. 
"Jujur itu kalau kita ngomong yang benar. Tadi sore Sara dan Sofia jalan sama mama. Kalau mama bilang gitu, benar gak?" Sara diam dan berpikir "Nggak. "
"Emangnya kalian jalan sama siapa?" tanyaku lagi. 
"Papah. Mamah sakit, jadi tidur." 
"Benar. Berarti Mama tadi gak jujur, karena ngomong gak benar. Kita harus jujur ya Nak, ngomong yang benar. Papa ngomong yang benar. Mama ngomong yang benar. Sara ngomong yang benar. Sofia juga. Oke Nak?" 
"Oke."
"Jadi orang jujur itu hebat Nak. Karena bisa selalu ngomong yang benar," dia diam. Entah apa yang di pikirannya. Kupeluk Sara, "Kita berdoa yok. Tuhan, tolong kami jadi orang yang jujur ya. Papa mau jujur, mama juga, Sara dan Sofia juga. Tolong kami ya Tuhan. A..." 
"Min." sambung Sara. 

Aku gak ngerti Sara ngerti apa ngga celotehan emaknya. Ya sudahlah. Yang penting dah dikasih tahu. Lain kali dikasih tahu lagi. Beriman saja dia mengerti. Berdoa saja supaya Tuhan yang ingatkan dia. 

Saat papanya datang, aku bilang, "Papa, Sara tahu lo tulisan jujur. Coba Kak, kasih tahu papa, jujur itu hurufnya apa aja?" 
Pelan-pelan Sara berucap, "Jei Yu Jei Yu lagi Ar."
"Eh hebat, ingat Kakak." kata papanya. 
"Jujur tu apa Kak?" tanya papanya. 
Sara berpikir, lalu menjawab, "Ngomong yang benar." 
Eh, ingat dio. Aku bangga dengan gadis kecilku ini. 

Melihat buku-buku berantakan di lantai dekat meja aku mendapat ide, "Kak, ini siapa yang berantakin bukunya?" 
"Kakak" jawabnya mantap. 
"Bukan dedek?" tanyaku lagi. 
"Kakak" jawabnya lagi. 
Emaknya seketika pengen meloncat kegirangan, biasanya Sara takut dan bilang apa-apa kerjaan dedeknya. 
Langsung kupeluk dia, "Kakak hebat. Itu kakak jujur lo." Langsung bahagia dia dipuji seperti itu. 
"Sekarang, karena kakak yang berantakin, kakak kumpul yok taruh di meja lagi. "
Sofia mendahului Sara, mulai mengumpulkan buku-buku tersebut. Berdua mereka mengumpulkan buku-bukunya. 
"Wah, anaknya hebat-hebat ini. Kakak sudah jujur, dedek baik sekali bantuin kakak merapikan bukunya. Sini dipeluk anak-anak hebat."
Mereka berdua langsung menghambur ke pelukanku. Ah, senangnya memeluk gadis-gadis kicikku. Semoga kalian semua bertumbuh jadi anak yang jujur, semoga papa mama bisa jadi teladan kejujuran buat kalian. 

Palangka Raya, 19 April 2021 
-Mega Menulis-

Yakobus 3, Amsal 16

Yakobus 3

Scripture
Yakobus 3:8 (TB)  tetapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.

Observation
Membaca ayat ini awalnya aku merasa hopeless. Oh, berarti memang lidah gak bisa kita kendalikan. Kemampuan merusaknya sangat besar dan seolah-olah kita gak bisa berbuat apa-apa. Lalu aku ingat, gak ada yang mustahil bagi Tuhan. Jadi, hanya Dia yang mampu menjinakkan lidahku. Hanya Tuhan yang memampukan lidahku menjadi sumber berkat. Kalau aku ingin lidahku bisa dikendalikan, serahkan ke Tuhan. 

Aplication 
Percaya kepada Tuhan dan jangan mengandalkan kekuatan sendiri untuk mengendalikan lidah. 

Prayer 
Tuhan, aku menyerahkan lidah bibirku supaya Tuhan yang kendalikan. Hanya Engkau yang sanggup. Dengan kekuatanju sendiri aku selalu gagal. Tolong aku yang lemah ini Tuhan. Amin.

Amsal 16

Scripture
Amsal 16:21, 24 (TB)  Orang yang bijak hati disebut berpengertian, dan berbicara manis lebih dapat meyakinkan. 
Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang. 

Observation & Aplication 
Sudah dua hari ini aku terus diingatkan tentang berbicara lebih manis. Kalau ketemu yang bertentangan di hati kadang pengen merepet dan ngomel. Tapi berbicara manis lebih meyakinkan kok. Jangan lupakan itu Meg!

Prayer
Tuhan, jangan biarkan aku cerewet dan berkata-kata yang gak membangun. Tolonglah aku berbicara dengan manis. Amin.
Gratitude Journal
16 April 2021

1. Bersyukur pagi bisa jalan berdua suami doang gara-gara bocah dibangunin gak mau jalan.
2. Bersyukur bisa belanja sayur.
3. Bersyukur dapat blessing abon dan pilus keju dari teman kantor.
4. Bersyukur bisa vaksin kedua hari ini.
5. Bersyukur ga ada reaksi apa-apa sehabis vaksin kedua.

Palangka Raya, 16 April 2021
-Mega Menulis-

Monday, April 19, 2021

Sacred Influence (Chapter 13)

Ada suatu kecenderungan biologis di dalam diri pria untuk mencari nilai diri melalui prestasi pribadi yang independen.
Seorang pria butuh memiliki pencapaian pribadi. Saat para wanita bertemu yang dibicarakan adalah keluarga, perasaan mereka. Berbeda dengan pria yang membicarakan pekerjaan mereka. Mereka menganggap pekerjaan mereka adalah sesuatu yang membanggakan. 
Baiklah istri membuat suami senang pulang ke rumah dan baiklah suami membuat istri merasa sedih saat melihatnya pergi. Martin Luther
Dalam kutipan ini tersirat ada 'saling'. Ada bagian yang sama-sama harus dikerjakan suami dan istri. Tidak mungkin kondisi tersebut jika kedua belah pihak tidak mengusahakannya bersama. Bila seseorang lebih senang berada di luar rumah dibandingkan di rumah bersama keluarga bisa jadi suasana di rumahnya tidak membuatnya betah. Atau bisa jadi rasa tidak aman membuatnya terpaksa sering berada di luar rumah. Misalnya seorang pria yang merasa pendapatannya kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya lalu lebih banyak bekerja di kantor atau mencari tambahan lain. Perlu kepekaan pasangan untuk mengerti apa sebenarnya yang terjadi, motivasi apa yang mendorong tindakan pasangannya. Jika merasa bukan orang yang peka, kita perlu memperkuat komunikasi sehingga tidak menduga-duga, mengambik kesimpulan secara gegabah dan bertindak salah. 
Para wanita, renungkan pertanyaan ini:
Seperti apa rasanya menikah dengan saya?
Seperti apa rasanya mendengarkan perkataan saya?
Seperti apa rasanya hidup dengan sikap saya?
Seandainya saya bertanya demikian ke suami, kira-kira jawaban apa yang akan diberikannya. Apakah saya orang yang menyenangkan? Apakah dia selalu ingin mendengarkan saya berbicara atau jangan-jangan dia ingin saya menutup mulut saya. Apakah hidup bersama saya adalah hal yang diinginkannya seumur hidup? 
Setiap suami mempunyai kesalahan. Momen-momen yang memalukan ini menjadi kesempatan bagi anda untuk menjadi terang baginya. Salomo mengatakan bahwa seseorang "dipuji karena memaafkan pelanggaran".
Manakah yang menjadi kecenderungan seorang wanita, memaafkan dan melupakan kesalahan suami atau menyimpan dan mengungkitnya saat diperlukan? Mungkin sulit melupakan kesalahan yang dilakukan suami, saya pun masih mengingat beberapa kesalahan suami. Tapi saya diingatkan untuk tidak mengungkitnya lagi. Apa yang sudah terjadi di masa lalu dan diselesaikan, tidak perlu dibawa ke masa sekarang. 
Bersikaplah lebih peka terhadap rasa tidak aman suami.

Palangka Raya, 16 April 2021
-Mega Menulis-

Sunday, April 18, 2021

Yakobus 2, Amsal 16

Amsal 16

Scripture
Amsal 16:24 (TB)  Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang. 

Observation & Aplication 
Aku kesal dengan orang yang berbicara tanpa pikir efeknya bagi orang lain, bahkan melukai hati mereka. Orang yang mulutnya seperti ini harua belajar menguasai mulutnya. Aku mau mengatakan yang menyenangkan dan manis. Bahkan jika itu teguran, biarlah itu pahit di awal saja tapi terasa manis kemudian.

Prayer
Tuhan, tolong aku mengendalikan lidahku setiap hari. Jangan biarkan aku mengatakan perkataan yang melukai hati orang lain. Amin.

Yakobus 2

Scripture
Yakobus 2:26 (TB)  Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. 

Observation
Iman tanpa perbuatan adalah mati. Apa yang aku imani? Apa tindakanku telah menyatakan imanku tersebut? Saat aku gak percaya sesuatu bisa terjadi, di situlah tindakanku akan membangun imanku. Bertindak seolah-olah yang aku imani pasti terjadi. 

Prayer 
Tuhan, tolong aku mewujudkan imanku melalui perbuatanku. Amin.
Gratitude Journal
15 April 2021

1. Bersyukur anak-anak bangun pagi dengan tersenyum jadi moodnya bagus seharian ini.
2. Bersyukur banyak pekerjaan hari ini, berasa produktif banget.
3. Bersyukur Google Form yang aku buat sudah siap.
4. Bersyukur sore bisa jalan dan makan nasi Padang sekeluarga.
5. Bersyukur bisa ikut zoom BRG.

Palangka Raya, 15 April 2021
-Mega Menulis-

Kisah Para Rasul 28, Amsal 27

Kisah Para Rasul 28 Scripture        Kisah Para Rasul 28:24 (TB)  Ada yang dapat diyakinkan oleh perkataannya, ada yang tetap tidak percaya....