.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Sunday, April 18, 2021

Yakobus 2, Amsal 16

Amsal 16

Scripture
Amsal 16:24 (TB)  Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang. 

Observation & Aplication 
Aku kesal dengan orang yang berbicara tanpa pikir efeknya bagi orang lain, bahkan melukai hati mereka. Orang yang mulutnya seperti ini harua belajar menguasai mulutnya. Aku mau mengatakan yang menyenangkan dan manis. Bahkan jika itu teguran, biarlah itu pahit di awal saja tapi terasa manis kemudian.

Prayer
Tuhan, tolong aku mengendalikan lidahku setiap hari. Jangan biarkan aku mengatakan perkataan yang melukai hati orang lain. Amin.

Yakobus 2

Scripture
Yakobus 2:26 (TB)  Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. 

Observation
Iman tanpa perbuatan adalah mati. Apa yang aku imani? Apa tindakanku telah menyatakan imanku tersebut? Saat aku gak percaya sesuatu bisa terjadi, di situlah tindakanku akan membangun imanku. Bertindak seolah-olah yang aku imani pasti terjadi. 

Prayer 
Tuhan, tolong aku mewujudkan imanku melalui perbuatanku. Amin.
Gratitude Journal
15 April 2021

1. Bersyukur anak-anak bangun pagi dengan tersenyum jadi moodnya bagus seharian ini.
2. Bersyukur banyak pekerjaan hari ini, berasa produktif banget.
3. Bersyukur Google Form yang aku buat sudah siap.
4. Bersyukur sore bisa jalan dan makan nasi Padang sekeluarga.
5. Bersyukur bisa ikut zoom BRG.

Palangka Raya, 15 April 2021
-Mega Menulis-

Saturday, April 17, 2021

Yakobus 1, Amsal 16

Yakobus 1

Scripture
Yakobus 1:22 (TB)  Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

Observation
Apakah setelah membaca firman Tuhan aku semakin giat melakukannya? Atau aku tidak melakukannya tapi jangan-jangan aku semakin giat menghakimi orang lain? Firman Tuhan yang aku baca, pertama-tama untuk mengubah hatiku, memperbaiki kelakuanku dan mendidikku melakukan yang benar.

Aplication
Firman yang kubaca, harus segera aku lakukan sebelum aku melupakannya. Memulai melakulan dan berulang kali melakukan supaya aku ingat Tuhan mau aku melakukan apa. Melakukan berulang kali meninggalkan jejak di syaraf otak dan aku jadi semakin mudah melakukannya. 

Prayer
Tuhan, tolong aku langsung melakukan firman yang kubaca dan gak menunda menaati Engkau. Amin.

Amsal 16

Scripture
Amsal 16:6 (TB)  Dengan kasih dan kesetiaan, kesalahan diampuni, karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan.

Observation
Bagaimana bisa mengampuni kesalahan orang lain? Ternyata kuncinya kasih dan kesetiaan. Awalnya aku kira ini bicara kasihbdan kesetiaan kepada sesama. Misal aku bisa mengampuni suami karena aku mengasihi dan setia pada komitmen pernikahan kami, untuk tetap mengasihi dia dalam segala keadaan. Kalau aku merasa tidak sanggup mengasihi dia maka aku harus ingat bahwa aku sudah berkomitmen. Dua hal ini yang akan memampukan ku mengampuni. 

Kemudian aku diingatkan kalau untuk mengampuni aku butuh kasih Tuhan. Tidak mungkin aku memberikan apa yang tidak aku miliki. Kasih Tuhan, pengampunanNya, kesetiaanNya yang memampukan aku untuk mengampuni orang lain.

Aplication
Aku perlu ingat kalau apa yang telah Tuhan berikan yang memampukanku melakukan apa yang gak bisa aku lakukan.

Prayer
Tuhan, terima kasih sudah mengasihiku. Ingatkan aku ya Tuhan saat kulupa, aku mampu mengasihi hanya karena Engkau. Amin.
Gratitude Journal
14 April 2021

1. Bersyukur Google Form yang aku buat mendapatkan feedback dari bosku.
2. Bersyukur walaupun banyak tugas hari ini tapi bisa didisposisikan.
3. Bersyukur bisa menyelesaikan 1 kursus di Unparplus.id.
4. Bersyukur siang bisa menyuapi anak-anak makan.
5. Bersyukur sudah mulai terbiasa jalan kaki ke kantor jadi gak terasa berat.
6. Bersyukur sore bisa bikin bakwan yang enak banget, udah dapat kombinasi tepung yang pas.

Palangka Raya, 14 April 2021
-Mega Menulis-

Friday, April 16, 2021

Kursus Online Gratis di UNPAR (lagi)

Dua bulan lalu aku pernah posting tentang kursus online yang diadakan oleh Universitas Katolik Parahyangan di sini. Waktu itu akses gratis diberikan ke beberapa kursus sampai akhir bulan Maret 2021. Sedihnya, aku hanya sempat ikut 3 atau 4 kursus. Itu pun beberapa aku ikuti sewaktu hendak habis waktunya. Asli, gak ingat. Hahaha. Ini bukti kalau niat saja tidak cukup, kalau ingin  melakukan sesuatu harus ditentukan waktunya secara detail dan DIMULAI (ini yang terpenting). Kalau sudah memulai, kemungkinan kita menyelesaikan lebih besar dibanding 'cuma' niat. Pengalaman pribadi. Akakakak. Asyik banget sih buatku, belajar hal yang baru dengan biaya minim (modal kuota doang). Walaupun gak dalem banget, paling gak jadi belajar hal baru. Ngasah otak biar gak karatan juga nih, soale setiap materi ada kuis gitu (Berasa kuliah lagi kan ya.LOL). Begitu akses gratis ditutup, pas aku iseng buka lagi di websitenya, ada harganya dong kursus-kursus yang sebelumnya gratis. Aku sedih karena gak bisa akses gratis lagi tapi juga senang sempat nyicipin kursus secara gratis.Bye-bye Unparplus.id


Eh, beberapa hari kemudian aku dapat email dari Unparplus.id yang mengabarkan kalau mereka membuka akses gratis lagi ke beberapa kursus mereka. Langsung aja aku cus ke website mereka dan menemukan ini:


Sampai Juni bo! Bagaimana mungkin aku tidak bahagia? 
Puji Tuhan! Terima kasih UNPARPLUS.ID

Ada kesempatan belajar hal baru lagi. Hohohoho. Langsung aku kabarin ke suamiku, karena kami sama-sama suka akses di sini. Yay! Mulai deh kami bisa kursus online gratis lagi. Hohohoho. Belajar hal yang baru sangat menarik bukan? Nih beberapa kursus yang tersedia, ada yang free dan ada yang berbayar. Nah yang bertanda hitam di bawahnya itu yang sudah pernah kita ikuti dan selesaikan.




Mulailah aku menyediakan waktu dan membuka kursus yang gratis dan menarik buatku. Bagian gratisnya dicetak tebal. Penting itu. Hahahaha. Maklum emak-emak, hobinya gratisan. Well, sebenarnya ikut kursus yang berbayar lebih menjaga komitmen kita sih kalau kita susah berkomitmen. Karena ngerasa udah berbayar kan jadi sayang tuh kalau ninggalkan di tengah jalan. Beda dengan yang gratis, kalau belum selesai, tanpa pikir enak aja kan berhenti? Mengikuti kursus berbayar memaksa kita berkomitmen. Tapi dipikir-pikir lagi, karena aku cukup berkomitmen dan selalu berusaha menyelesaikan yang aku mulai, jadi aku ikut yang gratisan aja deh dulu. PLAK! Intinya tetap ya, aku cari yang gratisan. 

Ini beberapa kursus yang sudah aku ikuti dan selesaikan. Sengaja dibuat folder untuk menyimpan materi yang bisa didwonload dan menyimpan sertifikatnya. Kadang kalau malas, lihat ginian bikin semangat lo. 


Buat teman-teman yang ingin belajar hal baru. Yuk cus ke sini.


Palangka Raya, 15 April 2021
-Mega Menulis-

Thursday, April 15, 2021

Kisah Para Rasul 14, Amsal 16

 Amsal 16


Scripture
Amsal 16:2 (TB)  Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati. 

Observation
Aku merasa Tuhan sedang menguji hatiku. Beberapa minggu lalu aku dan teman-teman kantor ke Panti Rehabilitasi orang dengan gangguan mental untuk beribadah dan blessing mereka, sepulangnya dari sana aku bilang sama suamiku kalau keadaan mereka sungguh memprihatinkan, ada 25 orang dengan gangguan mental, 5 suster dan 1 penjaga cowok. Gak ada sunber dana tetap, mereka hidup dari donasi orang-orang yang ke sana. Lalu aku bilang, pengen deh mulai tahun depan dana ultah anak-anak kita pakai blessing orang-orang di tempat seperti itu. Kue ultah yang kita beli beberapa ratus ribu itu bagi mereka bisa jadi beras beberapa kg. Aku bilang tahun depan karena tahun ini sudah janji memberi kue ultah buat anak-anak. Mereka pengen kue ultah karena melihat ultah mamanya dapat kue ultah (dari sepupuku).

Tadi malam kami makan bersama di sebuah rumah makan dan membawa kue ulang tahun yang kami beli. Eh, di sana ada keluarga lain yang mau makan juga dan punya seorang anak perempuan. Sewaktu kami menyanyi dan potong kue untuk Sofia, dia ikut. Anak-anak senang karena merasa ada teman baru, lalu kami berikan potongan kue ultah itu. Sewaktu pulang dan mau bayar, aku kaget, makanan kami sudah dibayar oleh keluarga tersebut. Padahal gak kenal. Ya ampun, puji Tuhan banget. Aku bilang ke suami, ini blessing. Bulan ini memang banyak pengeluaran. Waktu kunjungan ke panti bareng teman kantor, kami blessing mereka. Kupikir Tuhan 'mengembalikan' apa yang kami beri. Eh tapi suamiku bilang, bukannya kamu bilang mau rayakan ultah anak-anak di panti, itu uang yang seharusnya buat bayar makan, bagian mereka di panti juga. Deg. Aku kaget. Padahal dah seneng gak keluar duit makan, hahaha. Tapi Tuhan dengar perkataanku dengan suami dan Dia mau mengujiku, apakah aku berkomitmen. Dia mau ingatkan aku jadi saluran berkatNya.

Aplication
Aku mau menyerahkan blessing Tuhan lewat keluarga semalam ke panti rehab itu.

Prayer
Tuhan, terima kasih sudah ingatkan aku lewat suami apa yang pernah aku katakan. Dan malam ini Tuhan ingatkan aku diberkati untuk menjadi berkat. Bukan berhenti di aku. Terima kasih Tuhan buat kesempatan menjadi berkat. Bahkan keinginan baikku pun Tuhan yang kerjakan. Amin.

Kisah Para Rasul 14

Scripture
Kisah Para Rasul 14:6-7 (TB)  Setelah rasul-rasul itu mengetahuinya, menyingkirlah mereka ke kota-kota di Likaonia, yaitu Listra dan Derbe dan daerah sekitarnya.
Di situ mereka memberitakan Injil. 

Observation
Allah dapat mendatangkan kebaikan dari perkara yang dihadapi orang yang percaya padaNya. Kalau dipikir, kasihan sekali para rasul harus disiksa dan dianiaya karena Kristus. Tapi, karena mereka tahu akan dianiaya, mereka berpindah dari satu kota ke kota lain. Karenanya Injil diberitakan di berbagai tempat. Wow!!! Para Rasul bisa saja mengeluh lalu berhenti dan putus asa lalu ngambek gak lagi memberitakan firman tapi nyatanya nggak. Malahan mereka dimampukan melihat itu sebagai kesempatan memberitakan firman bagi banyak orang di kota lain.

Aplication
Saat dihadapkan pada kesulitan, aku perlu belajar tanya sama Tuhan, apa yang Dia ingin aku kerjakan sekarang, bagaimana aku bisa memuliakan Dia. Lakukan!

Prayer
Tuhan, mampukan aku untuk memuliakan Tuhan bahkan dalam kesulitanku. Amin.

Gratitude Journal
13 April 2021

1. Bersyukur dibawakan mama nasi dan sop waktu pulang ke rumah, jadi gak perlu masak.
2. Bersyukur mama buat kolak pisang yang enak banget.
3. Bersyukur gak terlambat ke kantor.
4. Bersyukur bisa menahan diri gak berbantahan dengan suami.
5. Bersyukur anak-anak makan tanpa drama.
6. Bersyukur hari ini pulang cepat, jadi bisa punya banyak waktu dengan keluarga dan bisa melakukan banyak hal.
7. Bersyukur ada contoh google form untuk membuat usulan pengembangan kompetensi pegawai.

Palangka Raya, 13 April 2021
-Mega Menulis-

Wednesday, April 14, 2021

Sacred Influence (Chapter 12)


Bagaimana pun keadaannya, berat untuk mengakui bahwa ternyata orang dapat memilih bagaimana mereka berespon.

Dibandingkan mengakui kelemahan kita yang pemarah nampaknya akan lebih mudah berkata:
Siapapun kalau dihadapkan pada situasi ini pasti sama, akan meledak. 
Siapa yang gak marah digituin? 
Dia sih seperti itu, aku gak tahan. 
Aku memang seperti ini orangnya. 
Kesabaran ada batasnya, yang dilakukannya sudah melampaui batas. 
Tapi, berkata demikian tidak akan menolong mengatasi kebiasaan marah dan emosional. Seolah-olah minta dimaklumi tapi tanpa usaha untuk mengendalikan diri. Marah adalah emosi yang bisa dirasakan siapa saja, tapi ekspresi kemarahan tidak harus merusak, melukai dan menghancurkan orang lain. Saya dapat memilih respon saya. Respon yang sering saya pilih, itulah yang akan melekat pada saya. 


Latihan kerendahan hati yang baik adalah ketika anda kadang kala menyoroti diri anda sendiri. Apakah anda memiliki ketangguhan rohani untuk menyingkirkan rasa frustrasi dan kekecewaan anda, lalu menanyakan ke suami pertanyaan ajaib.
Suamiku pemarah, memang dia seperti itu. Apapun yang kulakukan dia pasti marah. Benarkah demikian? Gak logis sih ya sebenarnya kalau seseorang melihat dan menerima perlakuan atau sikap yang dia inginkan dan tetap marah. Okelah mungkin ekspresi kemarahan suami gak seperti yang saya inginkan. Kalau saya memilih diam dan menangis, rasanya tidak terima dengan nada tinggi suami atau sindirannya. Mengubah suami itu lain hal. Tapi bagaimana dengan mengubah diri sendiri lebih dahulu? Dibandingkan mengasihani diri sendiri, saya perlu merenung, apa sih yang bisa saya lakukan jika suami saya seperti ini. Dengan kesadaran dan hati yang bersedia dikoreksi, bertanya ke suami:
"Hal apa yang kamu ingin untuk aku lakukan dan yang sekarang belum aku lakukan?"
Butuh kerendahan hati luar biasa menanyakan pertanyaan ini, sepertinya saya datang sebagai pihak yang salah. Lah, padahal kan selama ini saya yang menderita punya suami pemarah? Tapi memupuk rasa kecewa dan mengasihani diri sendiri atau cuek tidak mengubah keadaan. Sebagaimana saya ingin suami berubah, saya juga harus sedia berubah. Bukan asal berubah sesuai keinginan saya, tapi bertanya ke suami apa yang dia ingin saya lakukan, lalu mulai lakukan dan lihat perubahan apa yang menanti. 


Jika perubahan akan mengubah keluarga, perubahan itu dimulai dari diri kita sendiri.
Saya tidak dapat mengubah keluarga saya, saya tidak dapat mengubah suami saya atau orang lain. Satu-satunya yang bisa saya ubah adalah diri saya sendiri. Perubahan itu harus dimulai dari diri saya sendiri. 

Ketika anda melakukan apa yang diinginkan pasangan anda, sesungguhnya anda menyembuhkan diri sendiri. Tuhan memberi anda pasangan hidup sebagai orang yang dapat memperbaiki hal-hal tersebut di dalam diri anda yang sebenarnya tidak ingin anda perbaiki.
Sebagaimana pasangan saya tidak sempurna, saya pun demikian. Sebagaimana saya ingin berubah di satu area, demikian pula bisa jadi dia menginginkan hal yang sama. Bisa jadi pengendalian diri adalah hal yang ingin Tuhan kerjakan di dalam pasangan melalui ekspresi marahnya. Sementara Tuhan ingin mengerjakan sesuatu di dalam saya melalui apa yang saya lakukan dan membuat suami marah. Selama ini, bisa saja saya tidak merasakan itu sebagai masalah yang perlu saya perbaiki, tapi sebaliknya dengan suami, baginya itu masalah. Misal, saya punya kebiasaan mencuci peralatan dapur dan makan sekali saja dalam sehari. Mungkin bagi saya itu bukan masalah, tetapi bagi suami itu masalah. Jika saya mau berubah dan terus memperbaiki diri, suami juga seharusnya akan mengoreksi diri dan berubah.


Jika anda menginginkan sebuah petualangan besar, tunduklah kepada suami. Hal itu akan membukakan kepada anda suatu cara pandang yang  baru secara keseluruhan dalam memandang segala sesuatu - suatu cara pandang yang mungkin saat ini tidak anda miliki.
Tunduk merupakan kata yang mengerikan karena saya tidak tahu ini akan membawa saya ke mana. Tidak ada kepastian suami akan berubah, entah kapan juga. Keluarga ini akan menjadi bagaimana. Tapi ini adalah usaha untuk mengenal dan memahami pasangan lebih dalam. Apa yang dia inginkan ada latar belakangnya, mungkin juga dia punya visi yang berbeda. Saatnya saya belajar memahami dia, akan datang saatnya dia juga melakukan hal yang sama. Memandang seperti dia memandang, menyelami pikirannya supaya paham cara pikirnya, melakukann yang ingin dia lakukan. Benar-benar berusaha menjadi sehati sejiwa dengan pasangan. 

Palangka Raya, 12 April 2021
-Mega Menulis-

Tuesday, April 13, 2021

Kisah Para Rasul 13, Amsal 16

Kisah Para Rasul 13

Scripture
Kisah Para Rasul 13:47-48 (TB)  Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi."  
Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.

Observation
Respon semua orang yang tidak mengenal Allah saat mendengar firman yang disampaikan Paulus dan Barnabas tersebut adalah bergembira. Berita keselamatan tersebut membuat mereka bersukacita. Wow! Aku jadi merenung, apakah aku masih bersukacita saat mendengarkan berita keselamatan dari Tuhan? Apakah aku bergembira karena firmanNya? Atau aku hanya merasa biasa-biasa saja?

Aplication
Aku mau bergembira di dalam kesempatan menerima firman Tuhan. Tuhan sedang menyampaikan isi hatiNya dan berbicara kepadaku, masa aku gak merasakan kegembiraan? Jangan-jangan aku mulai menganggap ini hanya rutinitas? Duh. Jangan deh. Bergembiralah karena firmanNya Meg!

Prayer
Tuhan, buatlah hatiku bergembira karena firmanMu dan aku akan bersukacita sepanjang hari karena kasihMu. Amin.

Amsal 16

Scripture
Amsal 16:32 (TB)  Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota. 

Observation & Aplication 
Kemarin aku hampir emosi, bosku tiba-tiba meminta file di hari libur. Kemudian seperti menyalahkan karena aku gak bisa memberikan. Aku memang berusaha sebisa mungkin gak mengerjakan pekerjaan kantor di rumah jadi aku juga gak mau staf mengerjakan seperti itu. Aku berusaha mindful saat bersama keluarga. Aku ingin sekali membalas perkataannya, tapi aku pikir bakal panjang, jadi aku hanya berkata:iya bu. Dan selesai. Kami tidak jadi berbalas pantun 😁

Bersabar dan menguasai diri Meg. Jangan biarkan emosi sesaat membuatmu melakukan kebodohan. Lebih baik diam kalau tidak ada sesuatu yang baik untuk dikatakan. Tidak perlu berdebat.

Prayer 
Tuhan, berikan aku kesabaran dan kemampuan menguasai diri, bahkan di saat aku sedang emosi. Amin.
Gratitude Journal
12 April 2021

1. Bersyukur bisa jalan pagi di sekeliling tempat Mama.
2. Bersyukur hari ini Sofia berusia 3 tahun dan semakin menggemaskan. Tuhan sungguh berkati tumbuh kembangnya.
3. Bersyukur tugas kantor yang deadline hari ini bisa selesai.
4. Bersyukur dapat birthday cake dengan harga murah meriah. 
5. Bersyukur ditraktir keluarga tak dikenal sewaktu makan malam bareng  ultah Sofia.
6. Bersyukur diingatkan suami tentang apa yang aku katakan. Tuhan dengar niat baikku dan Dia tolong aku mewujudkannya.

Palangka Raya, 12 April 2021
-Mega Menulis-

Ulang Tahun Sofia yang Istimewa

Aslinya ulang tahun anak-anak kami gak terlalu istimewa. Cuma makan (makanan kesukaan yang sedang berulang tahun) bersama (lah makan bersama kan hampir tiap hari ya) dan berdoa, kadang ada kue ulang tahun kalau ada request khusus, hadiah pun gak ada kami berikan. Entah kenapa, aku dan suami berpendapat kalau pertambahan umur itu bukan prestasi, kami memang gak membiasakan memberi hadiah di momen ulang tahun. Jadi anak-anak juga gak berasa berhak menerima hadiah tiap ulang tahun. Bukannya gak sayang anak, tapi ya gitulah prinsip kami. Tiap keluarga punya preferensi sendiri. Ada juga yang karena kasih dan sukacitanya memberi hadiah. Ulang tahun bagi kami adalah momen membuat anak mengenal umurnya dan kami merayakan kesetiaan dan penyertaan Tuhan bagi si anak. Nah, tadi malam ada sesuatu yang istimewa terjadi dalam perayaan ulang tahun Sofia. 
Kami makan bersama keluarga (mamaku dan adekku) di sebuah rumah makan dan membawa kue ulang tahun yang kami beli. Tempat makan pun baru kami pilih saat berangkat, pertama kali kami ke Haur Kuning.Tempat ini dipilih karena Sofia suka makan ikan. Sebelumnya hanya pernah lewat doang. Sampai sana kami senang, gak ramai (zaman Covid-19 gini bahagia banget makan di tempat makan yang sepi, akakakak). Lalu ada beberapa mainan anak. Eh, ada pula beberapa pojok tempat makan dengan backdrop ucapan selamat ulang tahun, lumayan, hahaha. Saat itu di sana ada keluarga lain yang mau makan juga dan punya seorang anak perempuan. Kebetulan di sana ada beberapa permainan anak seperti seluncuran, ayunan, dll. Sara dan Sofia bermain bersama anak itu, belakangan kami tahu namanya Cia. Sewaktu kami menyanyi dan potong kue untuk Sofia, anak perempuan itu ikut. Anak-anak senang karena merasa ada teman baru, lalu kami berikan potongan kue ultah itu ke Cia. Sebelum keluarga itu pulang, ibunya mampir dan mengucapkan selamat ulang tahun ke Sofia. Nah, bagian mengagetkannya, sewaktu pulang dan mau bayar, ternyata semua makanan kami sudah dibayar lunas oleh keluarga tersebut. Aku sempat bengong, gak salah nih. Berkali-kali aku tanyakan ke penjualnya dan dia bilang memang sudah dibayar. Wah, padahal gak kenal lo. Mengucapkan terima kasih ke keluarga itu pun kami gak sempat, wong mereka selesai dan pulang duluan kok. Kiranya Tuhan saja yang balas kebaikan mereka. Ya ampun, puji Tuhan banget. Emak mana yang gak hepi kan? Bisa saving duit 🤣 
Lalu aku bilang ke suami sambil senyum-senyum sumringah, ini blessing tak terduga. Tuhan kalau mau kasih berkat caranya tak terduga. Bulan ini memang banyak pengeluaran. Waktu kunjungan ke panti rehab bareng teman kantor, kami blessing mereka. Kupikir Tuhan 'mengembalikan' apa yang kami beri. Eh tapi lalu suamiku bilang, bukannya kamu pernah bilang mau rayakan ultah anak-anak di panti tahun depan jangan-jangan itu uang yang seharusnya buat bayar makan, bagian mereka di panti. Deg. Aku kaget. Padahal dah seneng gak keluar duit makan, hahaha. Tapi rupanya Tuhan dengar perkataanku dengan suami beberapa waktu lalu.
Jadi ceritanya, minggu lalu aku dan teman-teman kantor ke Panti Rehabilitasi orang dengan gangguan mental (Yayasan Joint Adulam Ministry) di Jl.Cilik Riwut km. 18 Palangka Raya untuk beribadah Paskah dan blessing mereka. Sepulangnya dari sana aku bilang sama suamiku kalau keadaan mereka sungguh memprihatinkan, ada 25 orang dengan gangguan mental, 5 suster dan 1 penjaga cowok. Gak ada sumber dana tetap, mereka hidup dari donasi orang-orang yang ke sana. Memang sih mereka berkebun dan beternak, tapi tetap saja buatku memprihatinkan. Aku cerita bagaimana aku merasa diberkati di sana. Kalau sebelumnya kami ke sana untuk memberi dan menjadi berkat, aku malah merasa kami yang datang ini yang diberi banyak dan diberkati. Kami dimampukan jadi berkat karena Tuhan sudah lebih dahulu memberi, kami hanya saluran berkatNya. Sepulang dari sana aku menyadari begitu banyak kami diberi selama ini :kesehatan mental (yang jarang aku syukuri), keluarga yang selalu ada saat kita sakit, makanan yang enak dan berlimpah, begitu banyak! 
Lalu aku bilang ke suami, pengen deh tahun depan dana ultah anak-anak kita pakai blessing orang-orang di tempat seperti itu. Kue ultah yang kita beli beberapa ratus ribu itu bagi mereka bisa jadi beras beberapa kg lo. Aku pengen anak-anak belajar berbagi dan bersyukur. Aku bilang tahun depan karena tahun ini kami sudah janji memberi kue ultah buat anak-anak, biasanya sih mereka gak pernah request apa-apa. Mereka pengen kue ultah tahun ini karena melihat tahun ini ultah mamanya dapat kue ultah (padahal itu pun dari sepupuku). Terus kalau direncanakan jauh hari kan bisa ditabung dari sekarang. Lagipula banyak sekali pengeluaran bulan ini. Kalau dipikir, apa ini alasanku aja ya, hahahaha. 
Lah, sekarang Tuhan malah kasih berkat lewat keluarga yang gak kami kenal. Berasa diuji gak sih kalau gini? Itu kapan hari aku ngomong sekedar ngomong doang atau bakalan dilakukan. Aku beralasan banyak pengeluaran sebelumnya. Sekarang? Alasan apa yang mau kuberi? Batal saving deh aku 😂  Gak jadi deh masuk kantong lagi uang makan semalam. Kami diberkati untuk jadi berkat. Cus deh minggu ini antar berkat Tuhan ke panti. Terima kasih Tuhan. Ulang tahun Sofia yang ke-3 tahun ini istimewa sekali. Kami belajar, Engkau Allah yang mendengar. Bahkan niat baik kami pun Tuhan yang kerjakan dan wujudkan. 

Palangka Raya, 13 April 2021 
-Mega Menulis-

Monday, April 12, 2021

Sacred Influence (Chapter 11)


Amarah itu sendiri bukan dosa, tetapi membalas amarah dengan marah, atau membiarkan amarah meledak sehingga menjadikan situasi yang mengancam, menyakitkan atau penuh dengan kekejaman, itu adalah dosa.

Marah gak dilarang, Yesus pun pernah marah. Tapi saat marah janganlah berbuat dosa. Apalagi ekspresi marah yang merusak sekeliling, menyakiti hati pasangan dan anak-anak,dan membuat mereka merasa terancam. 



Anda tidak dapat menyalahkan suami anda (atau diri anda sendiri) ketika marah, tetapi anda harus memusatkan perhatian pada apa yang anda atau suami lakukan dengan kemarahan tersebut.
Mudah mengatakan ke orang yang marah kalau dia tidak bisa mengendalikan diri atau dia tidak punya anger management yang baik (jadi ingat film berjudul Anger Management, hahaha). Tetapi sebagai mana wajar kalau seseorang bersedih, wajar juga bagi seseorang untuk marah. Sekarang yang perlu dipikirkan bagaimana menyampaikan kemarahan tanpa merusak dan membuat orang lain terancam. Jalur syaraf otak semakin menebal saat kita melakukan sesuatu berulang-ulang sehingga sesuatu yang awalnya sulit akan menjadi lebih nudah dan menjadi kebiasaan maka perlu protokol waktu marah apa yang sebaliknya dilakukan. Mungkin berdiam diri dulu sesaat, baru berkata-kata, sehingga otak rasional bisa mengambil alih otak reptil kita. 


Dalam suatu konflik, menangis kerap menjadi respons wanita karena merasa tidak dicintai dan kemarahan kerap menjadi respons pria karena merasa tidak dihargai.
Entah kenapa, jadi berpikir apa karena wanita merasa dirinya lemah ya jadi responnya saat merasa tidak dicintai adalah menangis. Atau karena tahu perasaan tidak bisa dipaksakan makanya responnya cuma menangis. Jarang kan ada wanita yang marah-marah ke pasangan karena merasa gak dicintai, hahaha. Sebaliknya respon pria yang marah karena merasa ga dihargai itu apakah karena dia ingin meminta penghargaan dari istrinya tapi tahu kalau penghargaan gak mungkin diminta dengan kata-kata makanya marah menjadi responnya saat merasa gak dihargai ya? Menarik ya. 

Yang lebih menarik, firman Tuhan meminta suami mengasihi istri dan istri tunduk pada suami. Tuhan sangat memahami kita (ya iya lah ya, kita ciptaanNya kok). Jika ingin mendapatkan kasih suami, hargai dia. Jika ingin dihargai, istri kasihilah dia.  Bagaimana seorang wanita menghargai suaminya jika ia dibentak-bentak sepanjang hari? Boro-boro mau respect, melihat mukanya aja dah males. Begitu juga, bagaimana seorang pria mengasihi istri jika istrinya gak pernah mendengarkan keinginan suaminya. Ini bukan hubungan timbal balik. Tapi begitulah caranya. Tantangannya adalah tetap berkomitmen sekalipun suami/istri tidak bertindak demikian. Apakah istri akan tetap berusaha menghargai suami sekalipun dia tidak mengekspresikan kasihnya? Atau apakah suami akan mengasihi istri saat istrinya nampaknya tidak mendengarkan dia? 



Anda tidak dapat mengendalikan kemarahan suami anda-tetapi anda dapat memancing kemarahan itu dengan cara tidak menghargainya.
Jadi berpikir, adakah sikapku yang tidak menghargai suami dan memancing kemarahannya. Ada sih *sigh*. Sekarang aku harus berpikir bagaimana caranya aku menunjukkan kalau aku menghargainya dengan melakukan yang benar. 

Jika anda benar-benar ingin menjadi bagian dari pemecahan masalah, maka belajarlah, walaupun tidak sependapat dengan suami anda namun tetap bersikap menghargainya. Pertimbangkan dengan hati-hati kata yang hendak anda lontarkan, apakah kata-kata tersebut berguna?
Walaupun tidak sependapat, sampaikan dengan cara yang benar setiap tidak setuju. Ingat, seringkali cara kita mengatakan sesuatu lebih penting dari isi perkataan kita. 




Anda salah menerapkan prinsip-prinsip Alkitab apabila anda meyakini anda harus bertahan di tengah situasi KDRT. Jika suami memukul anda, sesungguhnya anda berdua membutuhkan pertolongan.
Noted. Bold. Tidak ada pembenaran untuk kekerasan dalam rumah tangga. Kalau sudah main tangan, kaki ataupun silat di rumah, segera cari pertolongan. 




Sikap tunduk yang diajarkan di dalam Alkitab tidak pernah berarti anda harus menyediakan diri sebagai 'sansak' hidup. Kita dipanggil untuk merendahkan diri satu sama lain 'di dalam takut akan Kristus'. Respon kita seharusnya, jika pasangan meminta saya melukai hati Kristus saya tidak perlu mengikutinya. Sebaliknya, saya mempunyai tugas dari Tuhan untuk mencegahnya melakukan hal itu.
Suami yang melakukan KDRT butuh pertolongan dan istri tidak menolong kalau hanya diam. KDRT tidak bisa dibenarkan apapun alasannya. Berdiam dan berpikir kalau suami akan berubah malah kadang memperparah keadaan. Semakin dibiarkan maka akan berulang dan menjadi kebiasaan. 



Melaporkan suami yang melakukan KDRT dapat membuatnya marah, tapi jika ia bertobat ia akan berterima kasih kepada anda. Sebaliknya, jika ia tidak bertobat maka anda pasti menghadapi masa kelam selanjutnya. Pikirkan keselamatan jiwa anda.
Melaporkan suami yang KDRT baik bagi suami (karena mungkin dia tidak ingin melakukan tapi kesulitan mengendalikan diri), bagi istri (demi keselamatannnya) karena yang membuat KDRT semakin parah adalah pembiaran dan bagi anak-anak. KDRT berdampak buruk bagi anak-anak dan dapat menjadi trauma yang menghantui mereka saat dewasa. Cari pertolongan orang-orang yang beekompeten dan biarkan mereka menolong suami. Bisa saja selama ini kebiasaan marah tersebut tidak ditangani dengan baik sehingga ekspresinya semakin memburuk. Pandanglah kalau suami butuh pertolongan yang bahkan tidak disadarinya.

Palangka Raya, 9 April 2021
-Mega Menulis-

Kisah Para Rasul 12, Amsal 16

Amsal 16

Scripture
Amsal 16:24 (TB)  Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang. 

Observation
Dalam berkata-kata aku harus bijak, karena seringkali yang penting bagaimana mengatakan sesuatu lebih penting daripada apa yang dikatakan. Bagaimana aku menyampaikan keinginan ataupun isi hatiku dengan cara yang menyenangkan? Tentunya aku harus berempati dengan lawan bicaraku dan mengenalnya dengan sangat baik untuk tahu bagaimana responnya jika aku mengatakan sesuatu. 

Beberapa hari lalu mendengar cerita seorang ibu tentang bagaimana dia dididik. Saat dia mengambil berbagai keputusan besar dalam hidupnya dan menyampaikan ke orang tuanya (misal:keputusannya berhenti kuliah di tengah jalan, keputusannya untuk HS anaknya, dll), orang tuanya tidak pernah frontal menentang atau marah-marah. Papanya selalu berkata:"Papa percaya, kamu sudah mempertimbangkan semuanya baik-baik, kamu pasti sudah memikirkan berkali-kali." Dan orang tuanya tidak ikut campur atau memaksakan kehendaknya. Ibu ini bercerita kalau saat sudah jadi ibu, dia baru sadar orang tuanya itu pasti aslinya kuatir bahkan menentang di dalam hatinya, tapi caranya menyampaikan membuat ibu ini benar-benar memikirkan baik-baik segala keputusannya dan berusaha bertanggung jawab dengan keputusannya. Wow. Aku terkesan sekali. Keraguan orang tua itu ada, tapi dia tetap bijak memberikan kepercayaan, 'meminta' anaknya berpikir secara halus dan tidak memaksakan kehendaknya. Semoga aku dimampukan menjadi orang tua seperti ini.

Aplication
Aku mau berusaha mengenali dan berempati pada lawan bicaraku, supaya kata-kata yang kukeluarkan berdampak baginya. Lebih banyak mendengar dan memperbesar empati. 

Prayer
Tuhan, tolong aku menggunakan telinga dan hatiku untuk mendengar supaya mulutku mengatakan hal yang menyenangkan dan manis. Amin.

Kisah Para Rasul 12

Scripture
Kisah Para Rasul 12:22-23 (TB)  Dan rakyatnya bersorak membalasnya: "Ini suara allah dan bukan suara manusia!" 
Dan seketika itu juga ia ditampar malaikat Tuhan karena ia tidak memberi hormat kepada Allah; ia mati dimakan cacing-cacing.

Observation
Sebenarnya aku bingung awalnya, kok Herodes ditampar malaikat setelah rakyatnya berkata :"Ini suara allah dan bukan suara manusia!". Lah, kan bukan Herodes yang berkata suaranya suara allah. Lalu aku memikirkan ini :
1. di Alkitab tidak tercatat apa yang dikatakannya sehingga rakyatnya berespon demikian. Jadi ada kemungkinan dia lebib dahulu menyatakan suaranya suara allah.
2. Respon Herodes setelah mendengar perkataan rakyatnya gak benar.

Btw, setelah menulis ini aku baru ingat membaca bagian ini dalam versi FAYH dan aku dapati ini:
Kisah Para Rasul 12:23 (FAYH)  Seketika itu juga seorang malaikat Tuhan menimpakan suatu penyakit ke atas Herodes, sehingga ia mati dimakan belatung, sebab ia menerima penyembahan rakyat dan tidak memulangkan kemuliaan kepada Allah.

Rupanya masalahnya adalah respon Herodes :
ia menerima penyembahan rakyat dan tidak memulangkan kemuliaan kepada Allah.
Herodes dikatakan tidak menghormati Tuhan karena ia menerima penyembahan yang demikian dan tidak mengembalikan segala kemuliaan kepada Allah. Wuih, ngeri sekali.

Aplication
- Aku harus menghormati Tuhan dalam sikap hati maupun perbuatanku.
- Saat dipuji, kembalikan segala pujian dan kemuliaan kepada Allah yang mengerjakan segala sesuatu yang baik di dalamku dan melaluiku.
- Jangan pernah memegahkan diri.

Prayer
Tuhan, tolong aku untuk tidak melakukan kesalahan yang dilakukan Herodes. Aku lemah dan butuh Tuhan setiap waktu. Amin.
Gratitude Journal
11 April 2021

1. Bersyukur bisa berenang bersama keluarga, Sofia sudah berani lebih lama di kolam berjalan kesana kemari. 
2. Bersyukur bisa ke rumah mamaku dan menginap di sana.
3. Bersyukur hari ini Sara diberi kesempatan menggambar dengan mencontoh dari gadget dan dia bisa mengikuti. Yang lebih menyenangkan, sewaktu habis waktunya, dia memberikan gadget dengan segera tanpa menunda atau merengek.

Palangka Raya, 11 April 2021
-Mega Menulis-

Sunday, April 11, 2021

Sacred Influence (Chapter 10)



Mustahil bagi anda untuk hidup dengan seorang pria pemarah tanpa membuatnya marah.

Di bab ini diceritakan tentang seorang isteri yang bingung karena setelah berusaha melakukan apapun, suaminya selalu punya alasan untuk marah, sepertinya yang dilakukannya tidak pernah benar. Saat dia mengira sudah melakukan yang benar, eh suaminya marah karena hal lain. Melelahkan pastinya hidup bersama pria semacam ini. Pria ini selalu menganggap orang lain tidak bisa memenuhi standarnya. Setiap orang bisa marah, tapi kalau selalu marah? Pasti ada yang tidak benar. 



Ekspresi kemarahan suami yang tidak benar bukan menjadi alasan bagi anda untuk melakukan hal yang sama.
Jadi, wajar dong kalau sang isteri balas dengan marah si suami pemarah? Wajar sih, tapi apa itu menyelesaikan masalah? Reminder! Berespon dengan lebih keras tidak membawa kemana-mana. Lebih mudah membalas bentakan dengan bentakan, atau perkataan kasar dengan teriakan. Tapi Alkitab berkata:Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.(Amsal 15:1). 

Pria bisa sangat kejam dengan perkataannya yang tajam. Jika anda tidak menerima peneguhan dan kasih sayang dari Bapa Surgawi, anda akan merasa hampa dan tidak berharga-dan hal itu akan mendukung respons suami anda semakin buruk dan anda menjadi semakin direndahkan.
Seorang isteri tidak boleh membiarkan perkataan suami menghancurkan dirinya. Dia harus ingat kalau dirinya berharga, tidak peduli apa yang dikatakan suaminya. Allah mengasihinya apapun yang terjadi. Seorang wanita yang dikasihi dan menyadari dirinya berharga tidak perlu mencari penghargaan dari orang lain. Ia dapat datang ke suaminya dengan leher terangkat dan berbicara dengan kelembutan dan pengendalian diri, ada kekuatan yang tak terlihat namun nyata di dalam wanita seperti ini.


Kaum pria biasanya tidak berubah jika istri mereka tidak memberi alasan bagi mereka untuk berubah. Hal ini membutuhkan komunikasi yang spesifik, terus terang, lemah lembut dan menghargai diri sendiri. 
Berkomunikasi tanpa menghakimi, hal yang sangat sulit, apalagi saat seseorang merasa dirinya benar. Perlu ketenangan dan kesadaran diri penuh kalau yang terpenting adalah membuat yang lain merasa berharga dan dikasihi. Jangan biarkan semangat menghakimi muncul, ini hanya membuat pihak lain tidak mau mendengarkan pihak lain. 

Yang penting bukanlah apa yang anda katakan, melainkan bagaimana cara anda mengatakannya.


Palangka Raya, 4 April 2021
-Mega Menulis-

Kisah Para Rasul 11, Amsal 15

Kisah Para Rasul 11

Scripture
Kisah Para Rasul 11:28-29 (TB)  Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius. 
Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan mengirimkannya kepada saudara-saudara yang diam di Yudea.

Observation
Setelah mendengar nubuat, murid-murid melakukan tindakan. Suara Tuhan disampaikan dan mereka berespon, bukan cuma mendengar tapi segera melakukan sesuatu. Ini menunjukkan kalau mereka bersegera berespon pada suara Tuhan dan memiliki kasih pada saudara-saudara mereka. 

Aplication 
Saat aku tahu Tuhan beerbicara padaku melalui firmanNya, aku harus berespon dengan benar. Segera. Jangan sampai aku kehilangan momen untuk meresponi Tuhan.

Prayer
Tuhan, tolong aku untuk berespon seperti yang Tuhan mau saat aku mendengar suaraMu. Amin.

Amsal 15

Scripture
Amsal 15:15 (TB)  Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta. 

Observation
Hati kita menentukan respon kita dalam menghadapi segala sesuatu. Saat hati kita tenang, maka badai di sekeliling kita pun tidak dapat merusak hari kita. Makanya firman Tuhan juga berkata tentang menjaga hati.

Semalam aku lembur dan pulang malam, sampai di rumah aku kaget anak-anak belum mandi dan makan. Seketika suasana hatiku langsung memburuk. Anak-anak jadi kena semprot dan ada rasa kesal ke suami. Suasana rumah langsung gak nyaman. Puji Tuhan, gak lama aku sadar dan berusaha membangun mood lagi. Aku bacakan buku cerita dengan mindful ke anak dan mereka senang.

Aplication
Aku harus menjaga hatiku setiap saat dengan segala kewaspadaan, terutama saat capek. Jangan biarkan hariku rusak karena tidak bisa menjaga hati.

Prayer
Tuhan, mampukan aku menjaga hatiku supaya terus memancarkan kehidupan. Amin.
Gratitude Journal
10 April 2021

1. Bersyukur jalan pagi bareng bocah walaupun agak telat.
2. Bersyukur bisa makan mie sagu buatan sendiri.
3. Bersyukur semua paket pesananku sampai.
4. Bersyukur bisa mengikuti e-conference Pearl dan diberkati dengan firman dan sharing di sana.
5. Bersyukur bertahun-tahun melayani di Pearl lewat tulisan, sungguh sukacita dan kehormatan buatku.
6. Bersyukur bisa sepakat dengan suami tentang sesuatu.
7. Bersyukur Sara mau makan apa yang aku masak meskipun aku tahu dia gak terlalu suka.
8. Bersyukur bisa jalan keliling-keliling sore bareng keluarga.

Palangka Raya, 10 April 2021
-Mega Menulis-

Saturday, April 10, 2021

Sofia Sukses Toilet Training. Yay!

Kebiasaan pertama yang kami latihkan dalam Habit Training Plan adalah toilet training untuk Sara (4, 5 tahun) dan Sofia (3 tahun). Loh, Sara dah 4 tahun lebih kok baru toilet training? Aslinya, dia sudah lepas popok dari umur 3 tahunan, tapi akhir-akhir ini kami menyadari kalau dia suka menunda buang air kecil. Akibatnya begitu kebelet, heboh ke toiletnya pakai acara nangis, dan pernah bak sebelum sempat sampai toilet. Sudah berkali-kali diingatkan tapi masih saja dia menunda-nunda. Akhirnya kami latihkan ulang untuk ke toilet.

Kami memberikan petunjuk sebagai berikut : Alarm HP Papa akan berbunyi setiap 2 jam mengingatkan ke toilet untuk BAK dan BAB. Dimulai setiap jam 5 pagi-9 malam. Kenapa jam 5? Karena kami ingin membiasakan anak-anak bangun pagi, begitu bangun pagi maka dia ke toilet. Kami memberi tahu kalau alarm itu hanya sebagai pengingat, jadi jika dia ingin ke toilet sebelum alarm berbunyi, itu lebih baik. Kalau dia berhasil ke toilet sebelm bunyi alarm dan bak/bab maka kami memberikan sebuuah stiker yang bisa diwarnai dan ditempel ke dinding. Kami briefing Sara sebelum memulai sistem alarm tersebut, kami pastikan dia mengerti dengan bertanya apa instruksi yang baru disampaikan.

Ternyata cara ini menyenangkan bagi Sara, dianggapnya seperti permainan, dan kami tidak perlu mencereweti dia untuk ke toilet. Hari keempat dia sudah mau ke toilet tanpa harus mendengar bunyi alarm. Sampai sekarang, sudah sebulan kami menggunakan pengingat ini. Gak ada lagi cerita kebelet bak dan bab, tanpa alarm pun dia sudah ke toilet. Melepas sendiri celana dan mengambil sendiri air untuk membersihkan. Bahkan terkadang, dia kami minta mengambilkan air di gayung untuk adeknya Sofia.

Nah, untuk Sofia (2 tahun 10 bulan), aslinya dia gak masuk pelatihan toilet training, bonus banget pencapaiannya. Dia masih full pakai popok siang malam waktu bareng Sara  menggunakan pengingat alarm. Melihat kakaknya ke toilet tiap alarm berbunyi, dia ikutan dong. Target kami awalnya hanya dia gak pakai popok siang hari. Malam masih pakai. Kami belum berani kalau malam gak pakai popok, sempat bablas, nangis kon, hahaha. Bisa sih pakai perlak, tapi waktu itu kami memantapkan gak pakai popok siang dulu.


HARI 1 (8 Maret 2021)

Sofia belum mengenali kapan mau bak. Untuk bab sebenarnya dia sudah tahu kapan, karena kalau mau bab dia akan menjauh dari orang lain. Tapi karena biasa pakai popok dia tidak memberi tahu dan saat luput dari pengawasan keburu bab di celana

Sebagai orang tua kami menyadari kalau kami perlu didisiplin juga untuk:

- memperhatikan kebiasaan minum Sofia, supaya bisa memperkirakan kapan mengajak dia ke WC karena dia belum bisa menahan bak  seperti Sara. Jadi alarm belum terlalu ngefek. Waktu dua jam terlalu lama untuk dia, akhirnya kami revisi alarm Sofia setiap 1 jam.

- memperhatikan jam bab Sofia sebenarnya memang sekitaran setiap habis makan, tapi kami lupa menawarkan ke WC padahal dia sudah tidak pakai popok waktu siang, bablas deh.


HARI 2 (9 Maret 2021)

Sofia sudah mengenali keinginan untuk bak dan kami pikir itu kemajuan yang sangat besar. Tapi sempat bak dan bab di celana hari ini. Melepas popok malam akan ditunda karena kalau malam harus dibangunkan paling tidak dua kali untuk bak. Sudah beberapa hari ini memang jam bangun anak maju menjadi jam 5 pagi, biasanya jam 5.30.Kami bangun pagi karena sekalian mau jalan bareng tiap pagi. Jadi sementara mau fokus supaya dia mengenali kapan pipisnya dulu di siang hari. Kasihan pula rasanya kalau tidurnya terganggu.

Saat pagi sebelum alarm berbunyi, Sofia sudah mulai bisa minta ke WC untuk BAK. Rencananya setelah siang aman beberapa hari, baru lanjut lepas popok untuk malam.

Sofia biasanya ngedot sebelum tidur, tapi hari ini dia mau minum susu malam sebelum tidur pakai gelas, karena ingin sama dengan kakaknya. Kami mempertimbangkan untuk memindahkan jam minum susu sebelum tidurnya ke pagi/siang hari. Logikanya, kalau ngedot sebelum tidur ya pasti malam bakal pipis kan ya.


HARI 3 (10 Maret 2021)

Sofia masih BAK di celana, dan perlu diperhatikan saat cuaca lebih dingin dia lebih sering bak dibandingkan biasanya, kami mengabaikan faktor cuaca. Ke depannya saat dingin kami harus lebih sering mengingatkan/mengajak Sofia ke WC.

Untuk mengurangi bak di malam hari sekaligus membuat kebiasaan baru sikat gigi sebelum tidur maka jam minum susu Sara dan Sf mulai hari ini diganti siang, tadi malam sudah kami infokan kalau mulai sekarang sebelum tidur kita sikat gigi. Kalau sebelum tidur minum susu nanti ketiduran dan gak sikat gigi, padahal masih ada sisa makanan dan minuman di gigi bisa membuat gigi sakit.


HARI 4 (11 Maret 2021)

Sofia dan Sara tidak minum susu sebelum tidur malam lagi tapi diganti dengan siang hari, pagi ini popok Sofia kering. Sepertinya ini hasil tidak minum susu sebelum tidur malam. Sofia tadi malam dijanjikan stiker yang bisa diwarnai kalau bangun pagi popoknya kering.  Karena libur hari ini kami banyak beraktivitas di luar rumah tetapi anak-anak tetap bak pada saat alarm berbunyi dan jika ingin bak,  tanpa perlu menggunakan alarm. Hari ini celana kering, bak dan bab sukses di toilet.


HARI 5 (12 Maret 2021)

Ini hari kedua popok Sofia kering, jadi malam ini popoknya akan dilepas. Sebenarnya saya dan papanya masih was-was, tapi dia mau pakai celana di malam hari. Mungkin karena sudah nyaman tiap siang pakai celana. Sofia hari ini bab dan bak di WC, tidak ada bak di celana. Beberapa kali minta diantar ke WC walaupun belum ada bunyi alarm, setelah diantar kadang gak ada bak maupun bab, hahaha. YES. HARI INI CLEAR juga.


HARI 6 (13 Maret 2021)

Sofia malam tadi tidak pakai popok dan paginya celananya kering. Sofia hari ini bab dan bak di WC, tidak ada bak di celana. Dia minta bak dan bab di WC. Beberapa kali minta diantar ke WC walaupun belum ada bunyi alarm. Yang menarik, waktu alarm berbunyi, dia berteriak, "Dedek belum mau pipis".LOL. Sore ini sehabis mandi saya tanya mau pakai popok atau ngga, dia bilang gak mau. Jadi dia gak pakai popok  malam ini.

 

Hari ke-7 dst-nya Sofia sudah gak pakai popok lagi. Yay. Thank God. Emak bisa berhemat duit popok, ups. Eh, beli celana dalam baru deng jadinya, akakakak.

 

Kunci keberhasilan toilet training Sofia menurut kami adalah :

-       Sistem alarm yang seperti permainan, jadi dia gak perlu dipaksa ke toilet untuk siang hari.

-       Sofia sudah bisa melepas sendiri celananya, jadi begitu ingin, bisa segera ke toilet.

-       Mengenali tanda-tanda air mukanya yang ingin bak/bab, jadi segera diajak ke toilet walaupun alarm belum berbunyi.

-       Sebelum tidur, anak harus diajak bak di toilet.

-       Jam minum susu yang berubah menjadi siang. Karena kalau minum susu sebelum tidur dilakukan sudah bisa dipastikan untuk bak malam hari kami harus membangunkan dia tengah malam.

Bagian menyenangkan selain sukses toilet training-ini bagian yang mengharukan, hahaha, karena jam minum susunya berubah menjadi siang maka sering terlewat sekarang, hahaha. Nampaknya sebentar lagi emak gak perlu beli susu. Yes. Hemat lagi. Buahahhaa. Eh beneran, sekarang mereka jarang banget minta minum susu. Kasian ya? Nggaklah, anak di atas 2 tahun sebenarnya dah gak terlalu memerlukan susu, kan mereka sudah mendapatkan sumber protein yang lain. Selamat berjuang buat mamak-mamak yang sedang toilet training anaknya!!

 

Palangka Raya, 7 April 2021

-Mega Menulis-

Kisah Para Rasul 10, Amsal 15

Kisah Para Rasul 10

Scripture
Kisah Para Rasul 10:24 (TB)  Dan pada hari berikutnya sampailah mereka di Kaisarea. Kornelius sedang menantikan mereka dan ia telah memanggil sanak saudaranya dan sahabat-sahabatnya berkumpul.

Observation
Kornelius sungguh seseorang yang tulus hati. Saat mendapat kesempatan mendengarkan firman Tuhan, dia memanggil sanak saudara dan sahabatnya untuk berbagi hal tersebut. Mengundang orang lain ke rumah kita untuk mendapatkan firman Tuhan menurutku adalah hal yang luar biasa. Gak mudah lo. Sebagai tuan rumah ia menyediakan rumahnya sebagai tempat pemberitaan Injil. Wow. 

Aku kebayang repotnya 'mengundang' orang lain, harus membersihkan rumah, menyiapkan tempat, menyediakan makanan minuman dan membereskannya setelah mereka pulang. Ini pasti mengganggu rutinitas di keluarga. Buat aku yang introvert, membayangkannya saja sudah melelahkan. Tapi Kornelius gak memperhitungkan untung rugi hal tersebut dan dengan sukacita melakukannya.

Aplication
Aku mau belajar bertindak dan punya hati yang tulus seperti Kornelius.

Prayer 
Tuhan, Tuhan tahu hatiku. Tidak mudah melakukan yang Kornelius lakukan, tapi aku mau melakukannya. Mampukan aku berbagi dan mengundang orang lain masuk dalam kehidupanku dengan ketulusan yang sama seperti Kornelius. Amin.

Amsal 15

Scripture
Amsal 15:12 (TB)  Si pencemooh tidak suka ditegur orang; ia tidak mau pergi kepada orang bijak. 

Observation
Pencemooh dan orang bijak. Ada 2 jenis orang di ayat ini. Aku berpikir, kalau Pencemooh tidak suka ditegur orang dan tidak mau pergi kepada orang bijak lalu bagaimana dia akan mendapat masukan? Tentu saja tidak akan! Wong dia gak mau ditegur dan hidup dekat dengan orang bijak kok. Padahal menegur itu bukan hal yang mudah, ada resiko yang akan diambil, hubungan bisa menjadi renggang. Pendeknya, butuh keberanian dan kasih yang besar untuk menegur. 

Aplication 
Aku diingatkan supaya menjadi orang yang bersedia menerima teguran. Sebaliknya, menegur butuh keberanian, hikmat dan kasih yang besar. 

Prayer 
Tuhan, mampukan aku menerima teguran dengan hati yang lapang dang kesediaan untuk berubah. Berikan aku keberanian, hikmat dan kasih saat menegur seseorang. Amin.
Gratitude Journal
9 April 2021

1. Bersyukur jalan pagi bareng bocah mereka senang karena bisa lihat monyet dan bebek.
2. Bersyukur bisa senam bareng di kantor.
3. Bersyukur dapat blessing kue dari istrinya temanku.
4. Bersyukur hari ini tinggal masak sayur doang.
5. Bersyukur bisa nulis dan posting di blog.
6. Bersyukur tunkin bulan ini masuk.
7. Bersyukur menamatkan satu kursus lagi di Unparplus.id.
8. Bersyukur walaupun lembur, berarti aku masih punya pekerjaan. 
9. Sempat merepet dan nyemprot anak-anak, bersyukur nyadar, lalu bertekad untuk mindful dan gak mengikuti mood. Mulai baca buku cerita buat bocah dan mereka hepi banget.

Palangka Raya, 9 April 2021
-Mega Menulis-

Friday, April 9, 2021

Anak Susah Tidur Siang?

Kali ini aku sharing pengalaman keluarga kami tentang tidur siang anak. Anak kami yang pertama-Sara, juga susah tidur siang lo dulu. Jadi setelah kami amati, kalau dulu gak mau tidur siang, analisa saya dan papanya: 
1.kemungkinan karena tidurnya kemalaman jadi bangun siang, energinya full (makanya gak ngantuk dan gak mau tidur siang lagi)
2. dia ingin sekali main jadi siang ga mau tidur (kalau main dia lupa ngantuknya).

Yang kami lakukan kemudian adalah :

1. Satu jam sebelum  jam yang kami inginkan mereka sudah tidur di waktu malam, kami ajak masuk kamar, lampu dimatikan. Jadi cuma bisa beraktivitas di tempat tidur, cerita, mendongeng, doa bareng, lompat-lompat. Pokoknya lampu mati. Kalau jam 9 belum tidur, kami tinggal mereka tidur.  Kami ingatkan kalau pagi mau jalan, nah yang gak bisa bangun pagi gak bisa ikut, jadi malam harus tidur cepat. Kalau dia belum mau tidur juga, kami kasih tahu kalau papa mama sudah mengantuk dan mau tidur duluan. Pintu kamar sudah ditutup memastikan mereka aman sebelum kami tidur. Biasanya sih karena gak ada temannya, mereka bengong sendiri atau cerita sendiri, lama-lama tidur sendiri. 

2. Pagi setelah jalan bareng, sarapan dan mandi maka anak-anak bebas beraktivitas. Sudah hampir dua bulan, tidak ada screen time jadi mereka memainkan mainannya. Saat banyak gerak di pagi hari, siang mereka kelelahan dan tidur. Well, kemungkinan juga karena bangun kepagian untuk jalan kaki, siang tidur deh membalas kurang tidur di malamnya, akakakak. 

3. Kalau siang masih tidak mau tidur, kami ingatkan kalau sore mau jalan-jalan (kami jalan keliling kompleks pagi dan sore). Kalau belum tidur nanti gak bisa ikut karena kan bakal mengantuk. Kalau pas sore waktunya jalan ternyata ada yang baru tidur, aku dan suami sepakat, salah satu dari kami akan menemani di rumah, yang lain menemani jalan. Durasi tidur siang sebaiknya 1-2 jam saja. 

4. Anak kalau tidak ngantuk memang susah dipaksa tidur. Jadi kami pakai teknik "tes capek" yang diajarkan Mbak Ellen Kristi untuk memastikan anak memang masih boleh dibiarkan melek. Tes capek ini sangat berguna untuk anak yang tidak mau tidur siang (padahal sebetulnya sudah capek). 

TES CAPEK
- Beritahu anak bahwa kadang tubuh sudah capek tapi karena dia bersemangat, dia tidak sadar
- Kalau tubuh sudah capek, harus diberi istirahat
- Tapi kalau tubuh belum capek, dia boleh melanjutkan main
- Untuk mengetes dia betulan belum capek maka:
• Dia harus berbaring gak bergerak, gak bersuara, tarik napas teratur, tutup mata
• Papa/Mama akan hitung 1-100
• Selama papa/mama menghitung, anak gak boleh bergerak-gerak, bersuara, membuka mata. 
•Kalau anak masih bergerak-gerak, bersuara, membuka mata di hitungan 50 ke atas, hitungan dimulai lagi dari angka 1. 
• Kalau sampai hitungan ke-100, anak tidak tertidur, berarti dia boleh tetap main/berkegiatan/keluar kamar. 

Sara kadang minta menghitungnya dalam bahasa Inggris, tapi setelah diamati dia malah susah tidur, karena asyik mendengarkan dan menghapal angka dalam bahasa Inggris, akakakak. Kacau deh. Tapi sisi baiknya, dia jadi tahu angka dalam bahasa Inggris. LOL.

Jangan lupa perhatikan durasi kebutuhan tidur anak dalam sehari. Kalau kebutuhan tidurnya dalam sehari sudah tercukupi malam, wajar saja kalau dia susah tidur siang. O, iya usahakan tidur siang 1-2 jam saja. Untuk Sofia (3 tahun) dia tidur siang dua kali, sedangkan Sara hanya sekali.


Berhasilkah kami mengajak anak tidur siang? Kadang berhasil, kadang nggak. Tapi lebih sering berhasil kok sekarang, akakak.Yang jelas inilah yang kami lakukan di rumah kami. Selamat mencoba. Semoga berhasil ya teman-teman. Lumayan lo kalau bocah tidur siang, kita juga bisa ikut tidur siang #eh. 

Palangka Raya, 8 April 2021 
-Mega Menulis-

Yakobus 2, Amsal 16

Amsal 16 Scripture Amsal 16:24 (TB)  Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.  O...