.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Thursday, April 1, 2021

Atomic Habits (Bab 15)

Kita lebih mungkin mengulang perilaku ketika pengalaman Itu memuaskan. Otak manusia berkembang memprioritaskan ganjaran langsung daripada ganjaran tertunda.

Siapa yang tidak tahu kalau berolahraga itu penting dan dalam jangka panjang akan sangat berguna bagi kesehatan dan kebugaran tubuh? Semua orang tahu, tapi apakah semua orang memulai berolahraga? Atau, kita semua tahu dalam jangka panjang makan makanan yang sehat dan gak makan Indomie melulu itu baik tapi perkara apakah kita makan menu sehat setiap hari adalah hal yang berbeda. Aneh bukan? Padahal kita tahu gunanya. Tapi kita sering mengabaikannya. Mengapa demikian? Jawabannya ternyata karena dampak baiknya baru akan kita dapatkan sekian lama. Bukan sekejap saat kita melakukannya. Sampai sekarang aku berjuang mengatasi kecanduanku pada Indomie. Sepertinya aku harus memberikan ganjaran langsung saat berhasil menolak keinginan makan Indomie jadi lebih termotivasi. Belum terpikirkan sih ganjarannya apa. Tapi untuk menahan kebiasaan pengen makan di luar, kami berencana menyediakan celengan untuk menabungkan sejumlah uang yang biasanya dihabiskan untuk jajan, nantinya itu untuk membeli barang yang kami inginkan sejak lama. 



Kerugian kebiasaan baik anda ada di masa kini, kerugian kebiasaan buruk anda ada di masa mendatang.
Selalu ada harga yang harus dibayar untuk setiap kebiasaan yang sudah dimulai, baik maupun buruk. Untuk kebiasaan baik yang kita mulai, di awal pasti susah sekali dan rasanya kita melewatkan sesuatu yang menyenangkan. Tapi mengingat keuntungan kebiasaan baik akan dituai pada masa mendatang maka peribahasa bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian sangatlah tepat. Yang jelas apa yang ditabur akan dituai berkali lipat,apapun tuaiannya. Menuai yang buruk, tuaian yang buruk berpuluh bahkan beratus kali lipat buruknya. Begitu juga sebaliknya. 


Yang paling penting dalam membuat kebiasaan bertahan adalah merasa sukses-bahkan meskipun kesuksesan itu kecil. 
Memberikan reward yang sesuai akan memberikan kebahagiaan untuk setiap pencapaian.







Menjadikan perubahan perilaku memuaskan, meningkatkan peluang perilaku diulang di masa mendatang. 
Cobalah memindahkan kepuasan di masa mendatang ke masa sekarang atau buat gambaran yang jelas sehingga seolah-olah setiap tindakan di masa sekarang mendapatkan ganjarannya, meskipun hanya pencapaian kecil. 




Palangka Raya, 29 Maret 2021
-Mega Menulis-

No comments:

Yakobus 2, Amsal 16

Amsal 16 Scripture Amsal 16:24 (TB)  Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.  O...