.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.
google.com, pub-1767695080484840, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Friday, April 2, 2021

Atomic Habits (Bab 16)


Mendapatkan kemajuan adalah hal yang memuaskan. 
Setiap orang senang melihat kemajuan dalam segala usahanya. Bagaimana melihat kemajuan jika kita tidak pernah merekam setiap kemajuan yang telah kita lakukan? Gunakan pemantau kebiasaan untuk melihat sejauh mana kita melangkah. Pemantau kebiasaan adalah cara sederhana untuk mengukur apakah anda melakukan suatu kebiasaan. Pemantau kebiasaan dapat berupa kalender yang ditandai, aplikasi perekam kebiasaan (habit tracker), dll. 



Manfaat pemantau kebiasaan adalah membuat kebiasaan menjadi terlihat, menarik dan memuaskan. 
Setiap pemantau kebiasaan yang kita buat usahakan agar selalu terlihat, sehingga ini akan memuaskan kita. Sehari, seminggu, dua minggu menandai kalender tanda tidak makan Indomie, membuatku berpikir ulang untuk makan Indomie. Sudah dua minggu tanpanya, masak sih aku dengan gampang mau bikin Indomie lagi. Beda banget kalau aku gak merekam keberhasilanku, aku gak akan termotivasi menahan diri lagi. 




Jangan memutuskan rantai. Cobalah mempertahankan kebiasaan tetap berjalan. 
Saat ingin menyerah berusahalah tetap mempertahankan kebiasaan yang sudah ada. Jangan terlalu mudah menyerah, usahakan apa yang bisa dilakukan. Saat aku baru memulai kebiasaan berjalan setiap hari, pernah suatu hari dari pagi aku begitu sibuk. Rencana berjalan sore dan malam pun gagal karena hujan. Tapi kupikir, sayang banget aku sudah berjalan sejauh ini (tiap hari aku memantau kebiasaan dengan melihat langkahku di aplikasi).Akhirnya aku putuskan berjalan di dalam rumah. Setengah jam saja bolak-balik dan rasanya puas sekali karena tetap berkomitmen dan tidak memutus kesempatan berjalan. 

Jangan pernah membolos dua kali. Segeralah kembali ke jalan yang benar. 
Pasti akan ada hari di mana kita gagal melakukan kebiasaan yang telah kita mulai, tapi masih ada hari esok. Jangan pernah berpikir, aku sudah gagal hari ini, aku memang tidak bisa melakukan ini, lebih baik aku berhenti. Mulai lagi besok di hari yang baru, membolos sekali saja, jangan sampai dua kali, akan ada yang ketiga, keempat, dan seterusnya. 



Hanya karena anda mengukur sesuatu tidak berarti ukuran adalah yang paling penting. 

Pada akhirnya, tidak segala sesuatu harus diukur, pengukuran hanya berfungsi membantu memantau sejauh mana kemajuan, tapi ada kalanya itu tidak penting. Di awal-awal memulai kebiasaan berjalan, aku menargetkan 10.000 langkah sehari. Berat badan sempat turun lo. Sampai kemudian ingin mengukur turunnya BB setiap hari, eh timbangan gak mau bergerak lagi ke kiri. Kecewa dong. Tapi lalu aku mulai berpikir, yang terpenting adalah konsistensi. Angka pada timbangan bukan tujuanku dari awal. Lalu kenapa aku memakainya sebagai ukuran keberhasilanku? Konsisten saja melakukan kebiasaan baik yang dimulai.  

Palangka Raya, 30 Maret 2021

-Mega Menulis-

No comments:

Kisah Para Rasul 28, Amsal 27

Kisah Para Rasul 28 Scripture        Kisah Para Rasul 28:24 (TB)  Ada yang dapat diyakinkan oleh perkataannya, ada yang tetap tidak percaya....