.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Monday, April 5, 2021

Atomic Habits (Bab 19)


Aturan Goldilocks : Setiap manusia mengalami motivasi puncak ketika sedang mengerjakan tugas-tugas yang tepat berada di tepi terluar kemampuannya saat ini. Tidak terlalu sulit. Tidak terlalu mudah. Tapi pas.

Dongeng Goldilocks dan tiga beruang menceritakan bagaimana Goldilocks mencoba berbagai macam bubur, kursi dan tempat tidur milik tiga beruang hingga menemukan yang pas bagi dirinya. Demikian juga jika kaitannya dengan tindakan yang kita lakukan, kita perlu mencoba hingga mendapatkan rumusan tindakan yang pas dan sesuai bagi kita masing-masing, tidak terlalu mudah namun juga tidak terlalu sulit. 


Ancaman terbesar dari kesuksesan bukanlah kegagalan, melainkan menjadi bosan.
Konsistensi adalah tantangan bagi setiap orang dalam memulai kebiasaan. Tapi saat telah menjadi kebiasaan maka kebosanan mungkin terjadi. Aku teringat sebuah kutipan yang pernah aku dengar tentang kebiasaan membaca Alkitab, rasanya tepat juga diterapkan pada kebiasaan baru. Kutipannya seperti ini : Jangan melewatkan kesempatan membaca Alkitab saat kita merasakan gairah untuk membacanya, karena alangkah sayangnya jika kita melewatkan momen tersebut. Tetapi saat kita tidak ingin membaca Alkitab, janganlah biarkan diri tinggal dalam keadaan demikian, karena berbahaya tinggal dalam keadaan demikian terus-menerus. Demikian pula, saat kita tahu sedang melakukan kebiasaan baik, tetap lakukan sekalipun bosan. Berinovasilah. Tetap lakukan. Kebosanan bukanlah alarm kebiasaan dihentikan tapi tanda untuk berinovasi. 


Siapa pun dapat bekerja keras ketika merasa termotivasi. Kemampuan untuk terus berusaha meskipun hal itu tidak menggairahkan adalah hal yang menjadikan orang berbeda.
Motivasi mungkin akan membuat kita memulai melakukan sesuatu tapi konsistensi membuat kita bertahan melakukannya. Mudah melakukan sesuatu saat berapi-api, tapi saat api itu mengecil, apakah kita akan membiarkannya padam? Atau menjaga nyalanya dan membuatnya berkobar kembali? 


Profesional bertahan pada jadwal yang sudah dibuat, amatir melewatkannya.
Sedang gak mood. Malas. Capek. Bosan. Ada halangan. Banyak sekali alasan untuk tidak melakukan sesuatu. Tapi seorang profesional tidak melakukan sesuatu bergantung pada perasaan dan situasi, dia berusaha memenuhi komitmennya apapun yang terjadi. 



Palangka Raya, 31 Maret 2021
-Mega Menulis-

No comments:

1 Yohanes 2, Yakobus 4

1 Yohanes 2 Scripture 1 Yohanes 2:11 (TB)  Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan...