.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Monday, April 19, 2021

Sacred Influence (Chapter 13)

Ada suatu kecenderungan biologis di dalam diri pria untuk mencari nilai diri melalui prestasi pribadi yang independen.
Seorang pria butuh memiliki pencapaian pribadi. Saat para wanita bertemu yang dibicarakan adalah keluarga, perasaan mereka. Berbeda dengan pria yang membicarakan pekerjaan mereka. Mereka menganggap pekerjaan mereka adalah sesuatu yang membanggakan. 
Baiklah istri membuat suami senang pulang ke rumah dan baiklah suami membuat istri merasa sedih saat melihatnya pergi. Martin Luther
Dalam kutipan ini tersirat ada 'saling'. Ada bagian yang sama-sama harus dikerjakan suami dan istri. Tidak mungkin kondisi tersebut jika kedua belah pihak tidak mengusahakannya bersama. Bila seseorang lebih senang berada di luar rumah dibandingkan di rumah bersama keluarga bisa jadi suasana di rumahnya tidak membuatnya betah. Atau bisa jadi rasa tidak aman membuatnya terpaksa sering berada di luar rumah. Misalnya seorang pria yang merasa pendapatannya kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya lalu lebih banyak bekerja di kantor atau mencari tambahan lain. Perlu kepekaan pasangan untuk mengerti apa sebenarnya yang terjadi, motivasi apa yang mendorong tindakan pasangannya. Jika merasa bukan orang yang peka, kita perlu memperkuat komunikasi sehingga tidak menduga-duga, mengambik kesimpulan secara gegabah dan bertindak salah. 
Para wanita, renungkan pertanyaan ini:
Seperti apa rasanya menikah dengan saya?
Seperti apa rasanya mendengarkan perkataan saya?
Seperti apa rasanya hidup dengan sikap saya?
Seandainya saya bertanya demikian ke suami, kira-kira jawaban apa yang akan diberikannya. Apakah saya orang yang menyenangkan? Apakah dia selalu ingin mendengarkan saya berbicara atau jangan-jangan dia ingin saya menutup mulut saya. Apakah hidup bersama saya adalah hal yang diinginkannya seumur hidup? 
Setiap suami mempunyai kesalahan. Momen-momen yang memalukan ini menjadi kesempatan bagi anda untuk menjadi terang baginya. Salomo mengatakan bahwa seseorang "dipuji karena memaafkan pelanggaran".
Manakah yang menjadi kecenderungan seorang wanita, memaafkan dan melupakan kesalahan suami atau menyimpan dan mengungkitnya saat diperlukan? Mungkin sulit melupakan kesalahan yang dilakukan suami, saya pun masih mengingat beberapa kesalahan suami. Tapi saya diingatkan untuk tidak mengungkitnya lagi. Apa yang sudah terjadi di masa lalu dan diselesaikan, tidak perlu dibawa ke masa sekarang. 
Bersikaplah lebih peka terhadap rasa tidak aman suami.

Palangka Raya, 16 April 2021
-Mega Menulis-

No comments:

1 Korintus 5, Amsal 20

1 Korintus 5 Scripture 1 Korintus 5:12 (TB)  Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu h...