.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, April 2, 2021

Yohanes 21, Amsal 14

Yohanes 21

Scripture
Yohanes 21:22 (TB)  Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."

Observation
Petrus penasaran dengan apa yang terjadi pada murid yang dikasihi Yesus sehingga bertanya demikian. Jawaban Yesus mungkin mengejutkan Petrus, ya itu memang buka urusannya. Aku diingatkan kalau dalam hidup kita gak bisa mengurusi semua hal, ada hal-hal yang memang bukan uruaan kita. Apa yang telah dipercayakan menjadi urusan kita, lakukan dengan penuh tanggung hawab dan sukacita. Jika bukan menjadi urusan kita, lepaskanlah keinginan untuk kepo, tidak usah pula membuang waktu dan tenaga untuk mengurusinya. Fokus pada apa yang telah Tuhan percayakan pada kita.

Aplication
Saat ingin mengambil tanggung jawab baru, aku harus bawa ke dalam doa, cek hatiku, apakah motivasi terdalamku melakukan ini, apakah yang aku lakukan ini akan memuliakan Tuhan?

Prayer
Tuhan, jangan biarkan aku menjadi sibuk dengan apa yang bukan urusanku. Tapi mampukan aku fokus mengerjakan apa yang Tuhan peruntukkan bagiku. Amin.

Amsal 14

Scripture
Amsal 14:10 (TB)  Hati mengenal kepedihannya sendiri, dan orang lain tidak dapat turut merasakan kesenangannya. 

Observation
Aku belajar saat memvalidasi emosi untuk menerima apa yang dirasakan orang lain dan tidak meremehkan perasaan orang lain. Setiap orang adalah pribadi yang unik dan berbeda denganku. Saat anak menangis karena hal yang sepele buatku lalu aku berpikir, "Ah, gitu aja nangis", itu berarti aku tidak menghargai dia sebagai pribadi. Berarti aku tidak menerima emosinya padahal anak butuh diterima. Pertama-tama aku harus belajar menerima  dirinya apa adanya, sampaikan penerimaan dan empati tapi tegakkan peraturan. Ini gak berlaku ke anak saja, tapi juga ke orang lain,termasuk suamiku. Untuk anak, aku mulai bisa bersabar dan menerima setiap emosinya, untuk suami aku belum. Mungkin karena aku berpikir, suami sudah dewasa, masa sih seperti itu ekspresi emosinya. Padahal setiap orang adalah pribadi yang berbeda denganku, aku harus belajar menerima sebelum menyampaikan kebenaran.

Aplication
Aku mau berusaha menerima dan memahami orang lain sebelum mengambil sikap.

Prayer
Tuhan, tolong aku untuk memahami dan mengasihi oramg lain tapi tidak membiarkan mereka seadanya, mereka bisa menjadi lebih baik dengan cara yang benar. Aku percaya. Amin.
Gratitude Journal
30 Maret 2021

1. Bersyukur pagi-pagi bangun hujan, tapi ternyata kemudian berhenti. Jadi bisa jalan pagi sekeluarga.
2. Bersyukur bisa masak kikil kesukaan suami.
3. Bersyukur beberapa hari berjalan ke kantor dan terasa nyaman.
4. Bersyukur ingat besok terakhir mengakses gratis kursus online Unparplus.id jadi aku sempat menyelesaikan 2 kursus.
5. Bersyukur siang ada mama ke rumah bawa masakannya dan roti.
6. Bersyukur Sara dan Sofia mau diajak eyangnya ke tempatnya dan sore kami jemput.
7. Bersyukur pas jemput Sara dan Sofia mereka kelihatan senang banget.
8. Bersyukur sempat ke Hypermart membeli bumbu.

Palangka Raya, 30 Maret 2021
-Mega Menulis-

No comments:

Yakobus 2, Amsal 16

Amsal 16 Scripture Amsal 16:24 (TB)  Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.  O...