.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.
google.com, pub-1767695080484840, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Monday, May 3, 2021

Bunga di Tepi Jalan : Wedelia

Suatu kali kutemukan
Bunga di tepi jalan
Siapa yang menanamnya
Tak seorang pun mengira

Suara Duta Sheila On 7 yang terngiang setiap kali aku melihat 'bunga di tepi jalan' ini. Belakangan, baru tahu kalau lagu ini aslinya yang nyanyi Koes Plus. Kemana aja kamu Meg? 😁
Sejak kecil melihat bunga ini di mana-mana tapi tidak pernah penasaran ini bunga namanya apa. Ada yang tahu? Pas punya aplikasi Google Lens, setiap melihat tanaman yang aku gak tahu namanya, jadi gatal ngecek. Setiap melihat tanaman yang kukenal, aku cek lagi juga dong, memastikan, bener gak hasil telusuran Google. Eh, dia bisa salah lo ternyata. Gak semua yang ditampilkan benar. Aku harus ingat nanti saat mengajari Sara dan Sofia memakai Google Lens untuk gak menelan mentah-mentah hasilnya. Harus cek dan ricek lagi, apakah sudah sesuai gak gambar yang kita ambil dengan hasil selusuran. Terus fokus pengambilan foto waktu pakai aplikasi Google Lens juga perlu diperhatikan, kalau hanya fokus pada bunga saja, bisa jadi hasilnya gak pas karena daun hasil telusuran beda. Ribet ya? Mending lah ya, dari pada blank. Harus jeli melihat semua bagian, ya bunganya, daun, batang, dll. Mana yang paling mendekati, bisa jadi itu.
Khusus bunga ini. Segera saja keluar hasilnya di Google Lens, tanpa keraguan deh sama hasilnya. Bunga dan daunnya sama persis. Wedelia ternyata namanya. Setelah 36 tahun dong baru tahu, nasibnya gak jauh sama dari si Ceplukan kapan hari, buahaha. Tapi ini lebih parah sih, sering lihat, tapi baru hari ini tahu namanya. Ada yang separah aku? Btw, ini daunnya katanya bermanfaat. Ntarlah kapan-kapan aku coba seduh 🤭
Sebenarnya kalau lihat di Wikipedia dibilang tanaman ini itu berkhasiat apa gitu, timbul pertanyaanku : emang udah pernah nyoba nih, terus berapa nih takarannya. Hahaha. Gatal sih pengen nyobain jadinya pas awal lihat di Wikipedia. Tapi gimana tahu, bener bermanfaat ya. Bisa aja kan karena sugesti? Atau efeknya beda ke di orang lain. Nah lo. Pantas aja kan untuk bikin obat atau suatu obat diklaim bermanfaat harus melalui penelitian dan uji coba tahunan gitu? Gak bisa ngasal. Taruhan nyawa cuy. Eh, ini bisa jadi buat bahan ngajarin bocah ya someday : proses herbal atau obat dinyatakan berkhasiat bagaimana. Halah, jauh amat ya aku mikir. 

Dan terbayangkan luar biasanya Tuhan menciptakan berbagai makhluk dengan manfaatnya masing-masing. Bahkan rumput dan bunga yang diinjak-injak pun bisa jadi bermanfaat. How great is our God. Btw, entah kenapa jadi ingat juga tabib zaman dulu (Jang Geum, akakakak) di film Korea atau film silat Mandarin. , itu dapat ilmunya dari mana ya tahu tanaman mana yang beracun atau bisa dijadikan obat. Sampai sekarang kan terkenal banget tuh pengobatan tradisional. 

#outdoractivity #naturewalk #naturestudy #jalankaki

Palangka Raya, 3 Mei 2021
-Mega Menulis-

No comments:

Roma 10, Amsal 25

Roma 10 Scripture Roma 10:17 (TB)  Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.  Observation Apa yang aku dengar...